Kukuruyuk ...... Kukuruyukk suara ayam berkokok semakin keras dan semakin ramai suara manusia terik matahari memancarkan di jendela kamar Ellsa Sayna.
Kring ..... Kring suara ponsel Ellsa Sayna berdering ia melihat ponsel untuk melihat siapa yang menghubungi lalu menekan icon hijau. Mereka pun bergegas mandi dan mempersiapkan pekerjaan selanjutnnya.
Di depan pesantren sudah ada cameraman utusan dari pak Ganda untuk meliput kejadian bencana disana.
Ellsa Sayna dan Elizabet siap siap untuk melakukan kegiatan kerja.
Ellsa Sayna memulai untuk membawakan berita.
"Hujan deras yang mengguyur Demak dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di kecamatan terendam banjir, diantaranya Mranggen , Karawang, dan Guntur, dengan ketinggian air mencapai satu meter sampai satu meter. Anggota tim SAR gabungan telah mengevakuasi warga terutama lansia dari rumah terdampak banjir. Lalu di evaluasi di pesantren "
Setelah selesai membawakan berita, muncul berita tentang Ellsa Sayna yang menjadi orang ketiga di acara Putri " bisikan tetangga " lagi lagi putri bikin Ellsa Sayna kesal kepada nya. Semakin ramai gosip itu beredar dan di semua sosmed semakin aneh aneh pula berita yang di sebarkan, Ellsa Sayna tidak segan ingin menemui Ellsa Sayna setelah masalah ini selesai. Alim semakin terbengong atas berita yang di sampaikan. Sedangkan Untuk sisi Karin semakin bahagia.atas berita itu karena dapat kejelekan nama baik Ellsa Sayna.
" Berita ini dapat memperjelek nama baikmu Ellsa Sayna " Kata Karina.
Tetapi di mana Ellsa Sayna mengacuhkan berita ini untuk sementara jika sudah selesai masalah di sini akan dia selesaikan.
Di lain situasi acara yang dibawakan putri " bisikan tetangga " semakin hari semakin naik untuk rating, Karena berita yang viral tentang hubungan mereka. Alim, Karin dan Ellsa Sayna.
Putri meminta untuk acara episode besok ia ingin menanyakan di out dor ( diluar ruangan ).
" Pak Ganda saya minta izin ingin syuting di luar ruangan, karena saya sudah punya berita yang bisa menambahkan rating acara ini " kata putri seraya menyakinkan Pak Ganda untuk menerima permintaan nya.
" Dimana, dengan siapa? " Jawab Pak ganda.
" Di salah satu tempat, boleh meminjam crewe salah satu saja Pak "
balas Putri.
" Iya, saya kasih satu crewe untuk meliput caramu, tetapi untuk satu hari saja" Jawab Pak Ganda.
Putri dan salah satu crewe menuju lokasi, akan tetapi ia ingin kesana mengirim pesan lewat WA ke Karin untuk mengabari jika ia ingin datang kesana.
" Gua mau kesana, Lo ada berita apa untuk acara gua ".
Pepeeep .... Pepeeeep .... suara ponsel Karin berbunyi, ia mencari posisi ponsel kemudian Karin meraih hand phone melihat pesan dan membaca isi pesan dari Putri. Dengan raut wajah sumringah melihat pesan dari Putri.
Karin langaung membalas.
" Lo tinggal kesini, nanti kalau sudah sampai kabarin, Gua jemput di depan, sebelum Alim dan Ellsa Sayna melihat kedatangan mu ".
Kemudian Putri membuka pesan balasan dari Karin ia langsung tersenyum jahat dan berkata di dalam hati.
( " Gua mudah mencari berita, jika karin bisa gua manfaatkan ").
Putri dan Crewe masih di jalan kira hanya beberapa jam saja, karena mereka menggunakan kendaraan di udara.
Pesawat mendarat mengarah tempat tujuan, dini hari kemudian Pytri dan crewe melangkah ke mobil jemputan, mobil berjalan dengan kecamatan 80 / 100 Km / Jam. Hanya setengah jam perjalanan dari bandara menuju Demak.
Tiba didepan pesantren Karin langsung menemui putri, kemudian menarik dia ketempat sepi dari keramaian orang orang, untuk membicarakan perihal berita yang sedang booming,
Satu persatu lontaran dari mulut karin memberi kabar yang tidak sesuai atau ingin memalukan nama baik Ellsa Sayna. Putri merasa beruntung atas informasi dari Karin, Ia menggerakkan kepala menengok kanan kiri apakah ada orang yang melihatnya.
" Sudah saya pergi dulu jangan sampai orang lain tahu, jika saya yang memberi informasi ini kepadamu " Kata Karin sembari mengangkat tangan kanan dan kiri menempel sejajar d**a. Balas Putri hanya tersenyum lebar seraya menunjukan jari jempol kepada Karin.
Tepat pagi hari matahari sudah muncul menghangatkan tubuh mereka putri langsung mencari posisi dimana Alim dan Ellsa Sayna berada,
" Kita langsung take saja disini " kata Putri memerintah crewe ( kameramen ).
" Iya mba " Jawab crewe.
Acara berlangsung, Alim dan Ellsa Sayna sedang mengurus keadaan korban di posko pesantren, tiba tiba melihat kedatangan Putri bersama crewe sesang meliput. Elksa Sayna bergegas bergerak menuju Putri,
Semakin menjadi jadi pembawaan berita dan terlalu semangat, Ia terjatuh ke bawah menumpai makanan yang sudah disediakam untuk para korban. Dengan rasa malu " Matikan kera nya " Kata Putri dengan raut muka malu nada yang begitu tinggi, Kemudian langsung mematikan.
" Ayo, kita pergi dari sini !" Kata Putri nada tinggi.
Mereka meninggalkan dari lokasi pesantren kembali ke kantor, untuk Alim dan Ellsa Sayna sibuk merapikan kejadian tadi, setelah selesai.
Ellsa Sayna berkata
" Setelah selesai makan siang ini, kita gladi bersih untuk besok ".
" Iya, saya akan memberi informasi kepada para santri santriwati " Balas Alim.
Terik matahari bermunculan panas di tubuh, bayangan diri sendiri terlihat jelas diiringi angin yang sejuk, akan tetapi tidak putus semangat mereka untuk berlatih.
Alim mendekati Ellsa Sayna
" Nanti malam saya tunggu di masjid untuk mengajar kamu nfaji lagi " Kata Alim.
" Jam berapa ?" Sahut Ellsa Sayna tetap fokus dengan para santri.
" Setelah isya, saya tunggu " Balas Alim.
Malam begitu tenang mengiringi keindahan suasana rumah di malam hari, sayup-sayup terdengar suara jangkrik memecah keheningan malam, sesekali suara burung malam terbang penuh harapan. Udara terasa dingin menyegarkan. Langit cerah dihiasi bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang menebar cahaya berkilauan. Nyamuk juga tidak mau kalah, terbang kesana kemari berhamburan mencari hamparan kulit untuk mengobati kehausan. Oh Tuhan betapa malam ini penuh dengan kebahagiaan, jiwa-jiwa yang kelelahan terlelap dalam tidur malam, sementara beberapa jiwa nampak terbangun, duduk mengadu kepada Tuhan pencipta seluruh alam. Terdiam dalam indahnya sebuah malam. Begitu indahnya bumi nusantara yang terhampar dalam jalur katulistiwa, pohon-pohon hijau tumbuh subur dimana-mana.
Mereka melakukan wasiat ayah Ellsa Sayna salah satunya, semakin baik pelafalan mengaji.
" Kamu sudah baik dalam mengaji, lalu untuk waktu selanjutnua " Alim berkata.
Ellsa Sayna hanya membalas tersenyum tipis menghadap arah Alim dan Ellsa Sayna semakin mulai muncul rasa cinta, di lain sisi Alim yang memperlakukan Ellsa Sayna dengan penuh perhatian, semakin baper ( bawa perasaan ) Ellsa Sayna atas perilaku Alim kepadanya,
" Saya antar kamu" Kata Alim, karena jarak masjid ke pesantren wanita cukup jauh jika malam berjalan sendirian.
" Ta .... Pi ..... " Balas Ellsa Sayna.
" Sudah saya antar " Nada bicara yang alus posisi badan tegak.
Perlahan lahan mereka berjalan berdua dengan suasana sunyi angin malam dingin, Ellsa Sayna semakin sumringah.
Krik ..... Krik ..... Krik ..... (Hanya terdengar suara jangkrik).
Selama di perjalanan mereka terdi salah satu lain masih canggung.
Kembali ke tempat masing masing untuk merebahkan badan beristirahat di atas kasur yang nyaman, Alim tidak seperti biasa membuka salah satu sosial media di hand phone, tidak sengaja melihat berita tentang nya semakin ramai, ia harus meluruskan masalah ini.