Semakin viral

1105 Words
Udara yang begitu asri dan sejuk, mereka sudah berkumpul, siap untuk melancarkan acara, satu persatu para santri santriwati beraksi menunjukan keahlian mereka, dari membaca al quran dengan alunan merdu, olahraga dan fashion yang jahit dan di rancang oleh mereka. Karim menghampiri Alim " Kamu sudah mendengar berita tentang kita " Kata karin. " Iya saya mendengar nya " jawab Alim. " Lalu ?" Tanya Karin. " Lalu bagaimana, berita tidak benar kenapa kita urusi !" Sahut Alim. " Itukan mencemarkan nama baikmu, yang dipandang ulama mudah panutan, diberitakan seperti itu " Kata karin dengan nada tinggi. " Saya akan mencari siapa penyebab awal berita ini muncul, jika saya sudah mengetahui, tidak segan segan saya laporkan ke pihak berwajib " Balas Alim. Karim kaget mendengar pernyataan dari Alim. " Apa kamu tidak curiga dengan Ellsa Sayna ?" Tanya Karin. " Maksud dari kamu gimana ?" Sahut Alim dengan mula kebingungan. " Berita ini Ellsa Sayna yang membuat, supaya lebih terkenal dan menjelekan namamu Alim " Balas Karin geregetan dengan Alim. Sosok ustadz itu tidak menggubris pembicaraan Karin, Ia tetap fokus melihat acara para anak didik nya. Akan tetapi ia berfikir jika ini ketahuan bagaimana, hati dia dengan was was, Karin langsung memberi pesan terhadap Putri. " Jangan sampai tahu atau orang lain, jika informasi itu dari aku ". Akan tetapi ia berfikir jika ini ketahuan bagaimana, hati dia was was, Karin langsung memberi pesan kepada Putri. yeay ...... yeay ..... sorakan bahagia para santri sudah menyelesaikan tugas dengan lancar, Ellsa Sayna, Elizabet dan Crewe berpamitan pulang kembali ke Jakarta. " Besok hadir di acara ku bersama Karin ajalah dia" Kata Ellsa. " Insha Allah, saya akan mengisi acara lagi " Balas Alim. Mereka kembali ke kota Jakarta langsung ke kantor untuk laporan kepada Pak Ganda, akan tetapi Ellsa Sayna menemui Putri terlebih dahulu, Ia berbincang debat. " Untuk apa Lo melakukan ini sama Gua ?" Tanya Ellsa Sayna dengan nada tinggi wajah yang memerah menahan amarah. " Ingin menghancurkan kariermu " Jawab Putri dengan santai. Ellsa Sayna terkejut mendengar perkataan assisten dulu nya. " Jika ingin sukses tunjukan prestasimu, bukan menjatuhkan karier orang lain " Sahut Ellsa Sayna dengan nada tinggi dan geram mendengar perkataan Putri. " Jika ini bisa kenapa tidak !" Balas putri namun dia seraya membawa hand phone ditangan terlihat layar ponsel membuka aplikasi kamera untuk memotret Ellsa Sayna. Ellsa Sayna.hpir membalas dengan tangan untuk memukul mulut Putri, Ellsa Sayna dapat mengendalikan emosinya. " Kak, dipanggil Pak Ganda tunggu di ruangan nya " Elizabet menyuruh Ellsa Sayna. Ellsa Sayna menuju ke ruang Pak Ganda langkah yang begitu yakin kemudian mengetuk pintu, Drokkk ...... Drokkkk .... ( Suara pintu ). " Silahkan masuk " sahut Pak Ganda. Host cantik multitalent masuk menghadap Pak Ganda selamat dan sukses atas meraihnya acara pagi kamu tetap di rating tertinggi di semua acara selama 24 jam dan para penonton di rumah berkomentar positif. " Terima Kasih pula atas support dari Bapak untuk kami " Sahut Ellsa Sayna. Ellsa Sayna menuju pintu ingin keluar dari ruangan dan langsung menemui Elizabet dan Crewe. Senyuman bahagia yang ia pancarkan, tidak lupa Ellsa Sayna berterima kasih kepada Alim dan Karin, melalui via WA Alim menerima notif dari Ellsa Sayna dengan tiba tiba raut muka menjadi bahagia dan bersyukur atas pencapaian kerja sama mereka. ••••••• ~~~~~~~ ••••••••••• Ellsa Sayna kembali ke rumah sudah di sambut dengan ibunda tercinta nya Ibu Maryam, " Mah ....... " ( Langsung memeluk melepas rindu beberapa hari tidak berjumpa dengan nya ). Namun dia tidak lupa cerita situasi di sana dan kabar bahagia tadi yang dikabarkan Pak Ganda. " Alhamdulilah nak " tanggapan Ibunda Ellsa Sayna atas cerita anak dan keberhasilan nya. " ya sudah nak, Istirahatlah " Suruh ibu kepada anaknya. Kring ...... Kring ..... Kring ..... ( terdengar suara pesan dari ponsel Ellsa Sayna ). Ia meraih melihat layar ada pesan akan tetapi Ellsa Sayna tidak mengenali nya karena nomor yang tidak di simpan olehnya. Ellsa Sayna membaca pesan dari satu kata perkata di baca tiba tiba ekspresi wajah terkejut atas isi pesan yang ia terima, isi pesan mengancam keluarga Ellsa Sayna jika masih berhubungan dengan Alim, Ia Langsung mematikan ponsel kemudian melempar di kasur empuk nya. Malam itu Ellsa Sayna tidak bisa tidur lelap adanya kejadian barusan, waktu berjalan dari menit ke menit tidurlah tubuh mungil di atas kasur yang nyaman. Saat itu hari liburan Ellsa Sayna hadiah keberhasilan mempertahankan rating tertingginya, akan tetapi iya hanya si dalam rumah saja. Pagi cerah matahari begitu indah memancarkan di setiap sudut ruang, Ellsa Sayna berjemur seraya yoga kecil kecil merilekskan badan yang ia bawa kerja keras selama beberapa bulan ini. Setelah selesai ia bergegas mandi kemudian bersantap di ruang televisi, ada pesan kembali dari nomor yang Ellsa tidak kenal akan tetapi nomor ini berbeda sari kemarin, namun isi pesan nya sama seperti sebelum nya. Liburan yang tadinya suasana nyaman menjadi buruk, Ellsa Sayna tidak bisa memendam masalah sendiri, Ia bercerita kepada ibunda nya kejadian sebenarnya. Ibunda Ellsa Sayna kaget " Siapa yang berani mengancam seperti itu ?". Tanya Ibu Maryam. " Saya tidak tahu Mah, namun saya tidak simpan dan tidak ada nama pula " Sahut Ellsa Sayna. " Kejadian ini harus ditindak lanjutkan, semenjak kamu dekat dengan Alim berdatangan kejadian, dari berita kemudian teror ancaman melalui via WA ini " Jawab ibu da Ellsa Sayna. Ellsa Sayna cukup terdiam kembali ke kamar mencari salah satu kawan yang jago tentang teknologi agar dapat menemukan sosok yang meneror dia selama dua hari keterbelakangan ini. Akan tetapi Tidak bisa dilacak sama sekali. Ibu Maryam menghampiri anak cantiknya " Bagaimana Nak, Sudah ada solusi ?" Tanya ibu Maryam. " Belum mamah, ini teman saya tafi melacak tapi sama sekali tidak ditemukan titik terang susah dilacak " Jawab Ellsa Sayna. " Sudah untuk perihal ini mamah yang mengurusi " Balas Ibu Maryam seraya mengelus kepala menenangkan anak mungil itu. Sejak detik itu Ibu Maryam tidak suka kepada Alim kedatangan nya hanya membawa masalah. Di lain sisi Alim dan Karin sedang berangkat menuju Ibu Kota Jakarta. Ibu Maryam tidak terima atas perilaku yang diterima anak putri cantiknya, Ibunda Ellsa menyuruh nya untuk istirahat dan jangan memikirkan hal ini, Ia bergerak menuju pintu untuk pergi agar Ellsa Sayna berbaring untuk istirahat. Seperti aktivitas biasa Ellsa Sayna kembali bekerja di dini hari, akan tetapi ia tidak seperti biasa sedikit terlambat bangun, bergegas menuju mobil yang ingin dikendarai seraya merapikan baju sedang dipakai, melaju dengan kecepatan 100 / 120 Km/ jam, 1 j ia menempuh sedangkan untuk kecepatan biasa ia menempuh 1 1/2 jam, langsung bergerak menuju kantor studio.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD