Bawahan

1077 Words

Lifia sama sekali tidak bisa tidur saat ini, apalagi ia menyadari ada sosok tampan yang saat ini terbaring disampingnya sambil memeluknya dengan erat hingga tak ada jarak. Lifia membuka matanya dan memperhatikan wajah tampan Defran, ia menahan dirinya untuk tidak menyentuh wajah Defran meskipun ia sangat ingin melakukannnya, ia tak ingin Defran terbangun dan acara makan malam romantis hingga ke menara Eiffel, bisa saja gagal karena ulahnya. Ia bahkan masih sulit menebak apa yang akan dilakukan Defran, jika ia melanggar janjinya membiarkan Defran tertidur selama dua jam. Saat ini Defran telah tertidur lelap, ia mendengat napas teratur Defran yang terasa hangat, Lifia melihat bibir Defran yang seksi hingga hidung Defran yang sangat mancung. Ia menyunggingkan senyumannya mengingat bagai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD