Lifia merasa kepalanya pusing melihat kemarahan Kiran, terlebih lagi Kiran akan menjadi singa betina ganas yang pastinya akan mengamuk, jika ia tidak mengatakan masalah yang ia hadapi saat ini. Lifia menatap Kiran dengan sendu dan ia memang harus menjelaskan semuanya kepada Kiran saat ini. "Mbak aku itu diikuti penguntit dan gilanya mereka sampai ingin menculik aku Mbak," lirih Lifia membuat Kiran mengerjapkan keduanya matanya dan ia ingin Lifia mengulangi apa yang Lifia katakan saat ini. "Kamu nggak bohong?" Tanya Kiran seolah tidak percaya dengan ucapan Kiran. "Ngapain aku bohong Mbak," lirih Lifia. "Karena kamu kan memang pengen tinggal sama Mas Defran," ucap Kiran membuat wajah Lifia memerah dan ia kesal dengan Kiran karena telah membahas hal ini padanya. "Mbak pikir aku sampai s

