TWELVE

1243 Words

"La." Carla menolehkan kepalanya, menatap Andra yang memanggil namanya. "Iya, Kak?" "Bisa kamu jelasin nggak kenapa Audy tiba-tiba nangis gitu?" Andra masih memfokuskan diri untuk menyetir mobilnya. Membelah jalan raya Jakarta yang masih ramai. Hari sudah mulai gelap. Tentu saja ia harus mengantarkan Carla pulang, walaupun Ibunya sudah memaksa Carla agar menginap saja di rumahnya. Namun Carla tetap menolak dengan alasan besok ia harus sekolah dan akan sangat merepotkan jika ia menginap di kediaman . Maka dari itu, Andra harus mengantarkan gebetannya pulang. Namun namanya juga Carla, tentu saja awalnya ia menolak, lagi, dengan alasan ia bisa memanggil dan menaiki taksi sendiri dan pulang dengan selamat. Dan kini, Carla tak dapat berkutik lagi karena Andra telah menariknya masuk ke mobi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD