Sore hari saat semua pasien telah selesai di periksanya,Vio berencana pulang ke rumahnya.
tetapi baru mau melangkah menuju ke luar klinik,tiba-tiba salah satu perawat memanggilnya.
"Dok..." ucap perawat sambil berlarian kecil
"Ada apa Sus?" tanya Vio
"Maaf mengganggu waktu pulang anda Dokter,tapi pasien yang tadi pagi kecelakaan sekarang ini sudah sadar."
Setelah mendengar perkataan suster,Vio kemudian mengurungkan niatnya untuk pulang ia kemudian berbalik berjalan menuju ruang rawat.
Setelah membuka pintu,ii dalam tampak pasien yang pingsan lama tadi kini sudah sadar dan menyandarkan bahunya di sandaran brangkar.
Kemudian Vio berjalan menghampiri pasiennya itu.
"Maaf mas...bagaimana keadaan anda sekarang,apa ada keluhan?" tanya Vio kemudian setelah berdiri di samping pasiennya itu
Vio juga tampak mengecek kening dan juga denyut nadi pasien.
Vio berkesimpulan memang sepertinya tidak ada masalah yang serius.
Al yang dari awal terpesona akan kecantikan Vio hanya memandanginya tanpa memberi respon apapun.
"Maaf mas,apa masih ada keluhan?" ulang Vio kembali
"E..eh..." Al menggeleng sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Saya sudah merasa baik Dok,jadi apakah sekarang saya sudah boleh pulang?" ralat Al kemudian
"Maaf mas...buat kebaikan mas alangkah lebih baik anda beristirahat di klinik sini dulu beberapa hari.agar kondisi anda benar-benar pulih."
"Tapi saya sudah baik-baik saja sekarang Dok."
"Saya tahu anda kini tengah baik-baik saja,tapi saran saya sama seperti yang Anda dengar tadi.dan alangkah lebih baik jika anda menghubungi keluarga anda sekarang ini,karena kami tidak bisa menemukan identitas apapun yang anda miliki." Ucap Vio
"Baik Dok,nanti saya hubungi keluarga saya.mohon maaf karena kemarin saya habis kerampokan jadi tidak membawa identitas.apa boleh saya meminjam telepon?"
"Nanti suster akan mengantar anda ke telepon reseptionis,nanti silahkan anda menghubungi keluarga anda."
"Terimakasih Dok,tapi maaf...saya bisa tanya nama dokter siapa?" ucap Al dengan wajah berbinar dengan sedikit rasa malu
"Saya Violetta,bisa panggil Vio saja tidak masalah.saya dokter di sini." jawab Vio sambil mengulurkan tangannya
Kemudian Al juga tampak menerima uluran tangan Vio,
"Aldevaro...Dokter bisa panggil saya dengan sebutan Al." jawab Al kemudian
Baik Mas Al...saya permisi keluar dulu.nanti kalo ada apa-apa bisa minta tolong suster ya.
Kemudian tampak Vio berjalan meninggalkan Al yang masih di temani Suster di dalam ruang rawat.
"Sus...Dokter Vio itu cantik banget ya,apa dia sudah punya kekasih?" tanya Al ke suster yang masih menemaninya
"Dokter Vio memang sangat cantik Mas,tetapi dokter Vio juga sangat baik.Dia belum punya kekasih,padahal Dokter Vio itu sempurna sekali.
selain cantik,pintar ia juga mandiri.Klinik ini saja miliknya sendiri,dan mas pasti akan kagum karena di klinik ini ia juga m menganjurkan pembayaran secara sukarela." tutur suster yang terlihat senang membanggakan dokter Vio
"Ah yang benar sus,Dokter Vio belum punya kekasih?" tanya Al memastikan ucapan suster itu
"Iya Mas...kalo begitu saya keluar dulu,nanti kalo ada apa-apa bisa tekan bell nanti akan ada yang datang." setelah berucap suster kemudian meninggalkan ruang rawat Al
"Sudah cantik,pintar,baik hati lagi."
Gumam Al dalam hati sambil senyam senyum sendiri dan pastinya dengan khayalan yang kemana-mana.