Pagi-pagi sekali kali ini Violetta telah berangkat menuju ke klinik miliknya.
karena tadi ia mendapat telepon dari salah satu perawat jaga bahwa ada pasien yang sedang tak sadarkan diri akibat kecelakaan,itulah kenapa pagi ini Vio mau tak mau datang ke klinik karena memang itu adalah pekerjaannya menolong orang.
Setelah Samapi di klinik,Vio buru-buru membuka pintu mobilnya dan dengan tergesa masuk menuju ke dalam klinik.
"Pagi Dok...maaf karena ini darurat,jadi saya langsung menelepon Dokter." Ucap seorang perawat laki-laki
"Tidak apa-apa Dic...lagian itu sudah tugas saya." ucap Vio kepada perawat yang terlihat bername tag Dicky itu
"Pasien ada 2 Dok,yang satu pengemudi taksi dan satunya lagi penumpangnya."
"Kalian sudah tahu informasi keluarganya?"
ucap Vio dengan buru-buru melangkahkan kaki menuju UGD
"kami telah menghubungi pihak taksi,dan keluarga sopir taksi itu sebentar lagi datang.taoi buat penumpangnya tidak membawa identitas apapun Dok." jawab Dicky kembali
"Baiklah saya tangani mereka dulu,minta yang lainya bersiap membantu." ucap Vio sambil memasuki ruangan UGD di mana di dalam ada 2 pasien yang menunggu pertolongannya,keduanya tampak lumayan parah karena kecelakaan yang mereka alami.
Setelah peralatan di siapkan oleh 2 orang perawat,kini Vio mulai menolong kedua korban kecelakaan itu.
bagian tubuh mereka hanya mengalami luka goresan,tapi mereka berdua semuanya pingsan.
karena kepala mereka kemungkinan terbentur sangat keras.
Setengah jam Vio melakukan tindakan untuk kedua pasiennya itu,dan akhirnya telah selesai.kini Vio hanya tinggal menunggu keduanya siuman
"Dok...bagaimana keadaan suami saya?." tanya seseorang kepada Vio yang saat ini sedang terlihat membuka pintu ruang UGD untuk keluar ruangan.
"Maaf apa ibu sodara pasien di dalam?"
tanya Vio dengan sopannya
"Iya Dok,saya istri dari sopir taksi yang ada di dalam." jawab Istri sopir taksi itu
"Ibu tidak perlu Khawatir,karena bapak sudah baik-baik saja sekarang,tinggal menunggu siuman.luka bapak sudah saya obati tadi,dan kemungkinan sebentar lagi siuman." jelas Vio
"Baik Dok,terimakasih banyak karena sudah menolong suami saya." Ucap istri sopir taksi dengan ramah di sertai senyum mengembang tak kala mendengar berita bahwa suaminya akan baik-baik saja
"Tidak masalah Bu,ini sudah tugas saya.kalo begitu saya permisi ke ruangan saya." pamit Vio
"Baik Dok..."
Setelah itu Vio tampak berjalan menuju ruangannya,ia berencana mengistirahatkan dirinya sebentar dan juga memakan sarapan pagi yang belum sempat ia makan tadi di rumah.karena hari masih terlihat gelap tapi ia harus ke klinik,makanya ia membawa bekal yang di siapkan Shelly dari rumah.
Setengah jam berlalu,kini Vio telah menyelesaikan makannya.
Tok...Tok...
Suara ketukan pintu dari luar ruangan Vio
"Iya masuk..." jawab Vio dari dalam ruangannya
"Dok,pasien yang sopir taksi tadi saat ini sudah sadar." kata Ana perawat perempuan
"Baiklah...aku akan memeriksanya"
Ucap Vio sambil berjalan berlalu meninggalkan ruangannya menuju ruang rawat
Setelah Samapi di ruang perawatan,kini Vio langsung memeriksa sopir taksi yang sudah sadar itu,setelah memeriksa kini Vio mencoba berbicara dengan sopir taksi itu.
"Maaf pak...bagaimana keadaan anda saat ini?" tanya Vio
"Saya merasa lebih baik sekarang Dok." ucap sopir taksi
"Bapak hanya luka ringan,tapi sudah saya obati tadi.bapak kemungkinan pingsan karena terlalu keras terbentur kepalanya.tapi jangan khawatir,setelah saya melakukan pemeriksaan lebih lanjut tidak ada masalah yang serius yang bapak alami.
ini saya sudah siapkan obat ya Pak,nanti setelah mendapatkan makan segera di minum obatnya ya." tutur Vio
"Iya Dok...terimakasih,dan sebelumnya saya mohon maaf ya dok.kalo misal untuk biayanya berapa ya?" tanya istri sopir taksi
"Ibu tidak perlu kuatir,di klinik saya ini akan memberi keringanan untuk biayanya.ibu bisa membayar seikhlasnya jika memang tidak mampu,jadi bapak lebih baik di rawat di sini dulu 3hari agar benar-benar sehat,tidak usah memikirkan biayanya." ucap Vio dengan halus
"Maaf apa dokter ini yang punya klinik ini?" tanya sopir taksi
"Iya Pak...Bu...klinik ini milik saya,jadi tidak perlu sungkan.Panggil saja Saya Violetta atau Vio saja juga boleh."
"Baik Dokter Vio...sekali lagi terimakasih banyak karena telah membantu suami saya,dan memberi keringanan pada kami."
"Iya Bu...pak...sama-sama,Saya permisi dulu."
Ucap Vio kemudian berlalu meninggalkan kamar rawat pasien sopir taksi itu.kemudian Vio memasuki Kamar sebelah yang terdapat pasien yang kecelakaan bersama sopir taksi itu.
Vio kemudian memeriksa pasien yang terlihat lemah di atas brangkar itu.
Setelah memeriksa Vio tampak bingung,kenapa pasien yang ini belum sadar.Vio berkesimpulan mungkin karena Pasien yang ini terlalu banyak mengonsumsi alkohol tadi malam,terlihat saat tadi Vio menolongnya sempat tercium bau alkohol yang sangat menyengat.
Setelah melakukan pemeriksaan yang dapat di simpulkan bahwa pasien ini memang sudah terlihat stabil dan baik-baik saja Vio akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangan,karena ia akan memulai memeriksa pasien yang datang.karena telah tampak beberapa orang memasuki klinik miliknya