Bab 25 Perangkap Dewi Bagi Nanda

1189 Words

Arman menatap wajah manis Nanda. “Pak, saya jadi gugup,” kata Nanda. Namun, Arman mengusap lembut jemari Nanda sebelum ia lanjutkan perkataannya. Maksudnya, agar Nanda tidak cemas dan jadi lebih tenang serta siap untuk menyimak. “Aku hanya butuh dirimu untuk …” “Cukup Pak Arman! Cukup! Lupakan apa yang barusan saya katakan. Kita lanjutkan perjalanan ke kantor sekarang!” tegas Nanda sedikit berteriak. Ia juga menarik tangannya dengan sekali sentak, hingga bisa langsung terlepas. Arman kaget. Ia belum selesai bicara. Tapi, ia tidak membantah Nanda. Ia lihat wajah wanita itu memerah dan tak ada senyum di sana. Arman menghembuskan napasnya dan kembali melanjutkan perjalanan. Ia kembali ke posisi awalnya untuk siap menyetir. Suasana hening selama sisa perjalanan ke kantor. Keduanya sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD