Jatuh Cinta

1639 Words
Selesai pertemuan. Aku, Fay dan Freya berjalan keluar Aula menuju cafe dekat kampus. Rutinitas kita bertiga adalah setiap selesai acara kampus, pasti kita pergi makan. Karena kita bertiga memang hobi makan, Hehehehe. Tapi untungnya badan kami tidak melebar ke samping. Mungkin karena kami bertiga tinggi. " Ooohhh jadi pangeran tampan yg nyambet kamu itu Satria? " tanya Fay yg masih saja penasaran dg hal itu " Menurut kamu? " tanyaku balik sambil tersenyum usil " Ayaa jawab aja dong jangan pake tebak tebakan. " kata Fay kesal " Dih siapa yg ngajakin tebak tebakan. Kan aku nanya doang menurut kamu? Secara kamu tadi liat dan denger obrolan aku sama Satria di depan Aula. " jawabku panjang lebar sambil melirik ke arah Fay dan tersenyum " Oke oke. Kalo aku tarik kesimpulan, berarti jawabannya iyaa. Yaa pantes aja si kamu kesambet, emang ganteng banget. Temen temennya juga ganteng hehehehe. " kata Fay sambil membayangkan Arion dan Arvin " Dasar Miss kepo, Miss halu pula. Pasti deh lagi ngebayangin temennya Satria. " ucap Freya yg membuatku tersenyum " Sirik aja si kamu. Pasti kamu juga suka sama salah satu diantara Arion dan Arvin kan? " tanya Fay menatap tajam Freya " Ga tuh wle. " Jawab Freya lagi berlari meninggalkan Fay sambil menarik tanganku " Dasar Freya muna. " kata Fay kesal Saat aku sedang berlari dg Freya tiba tiba aku menabrak seseorang lagi. " Aduh. Maaf maaf. " kataku sambil memegang lenganku yg tertabrak lebih tepatnya menabrak si karena memang aku yg menabraknya hehehehe " Iyaa ga papa. Loh Aya. " ucap Satria sambil mengamati ku " Satria. " kataku terkejut saat menoleh ke arahnya " Kamu mau kemana buru buru banget kayaknya? " tanya Satria " Emmm itu mau ke cafe deket sini. " jawabku singkat " Kalo gitu bareng aja gimana? " tawar Satria sambil tersenyum " Aku sama Freya aja. Permisi. " jawabku sambil menganggukkan kepala dan menarik tangan Freya " Eh tunggu Aya, ga papa kali Satria bareng kita toh tujuannya sama. " kata Freya sambil menahan tanganku dan menaik turunkan alisnya " Yaa udah boleh deh. " jawabku singkat Lalu kami bertiga berjalan bersama menuju Cafe terdekat. Sampai di cafe kami duduk di lantai atas sambil melihat pemandangan yg begitu indah. Tak ada obrolan apapun diantara kami. Rasa canggung menyelimuti suasana saat itu. Sampai akhirnya Fay datang bersama Arion dan Arvin yg mencairkan suasana. " Oh jadi gini, mau pergi sama Satria cuma ngajak Freya ga ngajak aku. " kata Fay yg langsung duduk di sebelahku " Aku ga sengaja ketemu Satria di depan. " jawabku menjelaskan " Heeemmm iyaa deh lagi kasmaran paham. " kata Fay yg menggoda ku. Aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya " Ko kamu bisa bareng mereka? " tanya Freya sambil menunjuk ke arah Arion dan Arvin " Ga sengaja ketemu juga. Mereka lagi nyari Satria dan aku lagi nyari kalian. Jadi kita pikir kalian lagi bersama dan ternyata memang benar. " jawab Fay panjang lebar. Freya membulatkan mulut dan menganggukkan kepala tanda mengerti dg semuanya " Waaahhhh jangan jangan kita jodoh yaa karena udah ga sengaja ketemu lebih dari satu kali. " kata Arion sambil tersenyum lalu melirik ke arah ku dan Satria " Kita kan baru ga sengaja ketemu satu kali Yon. " jawab Fay polos " Bukan kita aku dan kamu Fay. Tapi kita yg itu. " kata Arion mengkodekan matanya ke arah ku dan Satria lagi. Fay pun hanya berucap o " Hahahaha makannya jangan kepedean jadi cewe. Malu kan? " ejek Freya " Apaan si Fre. " jawab Fay kesal. Kami semua pun tersenyum melihat tingkah Fay dan Freya yg selalu seperti tom and Jerry Kemudian kami memesan makanan. Saat menunggu makanan datang, Arion, Arvin, Fay dan Freya asyik mengobrol. Satria sendiri sibuk menulis, ntah apa yg ia tulis. Mungkin dia lagi sambil mengerjakan tugas. Tapi sesekali Satria melihat ku dan tersenyum. Aku pun sesekali membalas senyumnya. Aku sempat heran dg apa yg dia lakukan. Lalu aku sendiri kembali melamun dan rentetan kejadian hari ini terputar kembali dalam memori. Mulai dari di tolong Satria saat pagi, bertemu Satria di Aula yg ternyata kami mengikuti organisasi yg sama. Sampai ke Cafe pun akhirnya kita bersama karena kami tidak sengaja ketemu lagi. Kemudian kata kata Arion pun terngiang di telinga ku yg mengatakan kalo kita berjodoh jika sudah lebih dari satu kali bertemu tanpa sengaja. Yaa aku dan Satria sudah 3x bertemu di kampus hari ini. Apa itu artinya aku berjodoh dg nya? tanyaku dalam hati Yaa ampun apa yg aku pikirin. Kenapa aku jadi mikir gitu. Apa iyaa aku udah jatuh cinta sama Satria? Tapi apa Satria juga jatuh cinta sama aku? Sedangkan tadi Arion dan Arvin menyebut nama wanita yg berhubungan dg Satria. Apa Satria udah punya pacar? Berbagai pertanyaan muncul bergantian dalam pikiran. Astaghfirullah yaa Allah maafkan aku yg sudah terlalu memikirkan dan berharap pada selain engkau yaa Allah. Aku pun menggeleng gelengkan kepala. Teman teman termasuk Satria melihat tingkah ku dg heran. " Kamu kenapa Aya? Lagi mikirin Satria yaa? " tanya Fay yg memang tau apa yg pikirkan. Tp kenapa harus sefrontal itu bertanyanya. Kan aku jadi malu Satria yg mendengar namanya di sebut pun menoleh dan melihat ke arah ku lalu tersenyum. Yaa senyuman itu yg buat hatiku tertawan. Senyuman yg tulus mempesona. Membuatku terlena. Udah kaya lagu dangdut aja yaa ga hehehehe " Apaan si Fay ga jelas banget. " alibiku untuk menutupi rasa malu karena ketauan " Iyaa juga ga papa kali Aya. " ledek Freya Belum sempat aku membela diri, makanan yg kita pesan datang. Akhirnya kita semua makan tanpa ada yg bersuara. Hanya ada tatapan mata dari Satria yg sesekali melirik ku saat makan. Selesai makan, Satria beranjak dari tempat duduknya. Ntah kemana dia pergi. Kami masih menunggu di tempat duduk. Yg lain asyik dg obrolan mereka. Dan akupun berkutat dg rasa penasaran ku tentang kemana Satria pergi. Ternyata tak lama Satria pergi. Ia pun kembali dg senyuman manisnya. Ia terlihat sangat bahagia. Apa dia habis bertemu dg seseorang yg spesial? Lagi lagi pikiran ku melayang kemana-mana. Aku segera menghempaskan segala pikiran tentang Satria. Toh belum tentu juga dia juga jatuh hati padaku kan? Aku tak mau berharap lebih. Aku serahkan semuanya pada Tuhan. Setelah Satria kembali. Kami pun memutuskan untuk pulang. Lalu kami semua beranjak dari tempat duduk. Tapi tiba-tiba langkah kami di hentikan oleh Freya. " Eh tunggu. Kita kan belum bayar. Gimana kalo patungan aja. " kata Freya " Oh iyaa sampai lupa hehehehe. " kata ku sambil tersenyum " Ga usah repot-repot, pasti udah dibayar sama Satria. Yaa kan bro? " ucap Arvin sambil menaikkan alisnya. Dan Satria hanya tersenyum menanggapinya " Waaahhhh bener bener sempurna, udah ganteng, baik lagi. " kata Fay dg sikap centilnya " Makasih yaa Sat udah repot repot bayarin. Tau gitu aku ga pesen makanan yg mahal. " kata ku sambil tersenyum " Ga papa, ga repot ko Aya. " jawab Satria membalas senyuman ku " Iyaa Aya ga repot ko. Buat kamu apa si yg ga, hahahaha. " ledek Arion sambil pergi melewati Satria. Satria hanya menggeleng gelengkan kepala Kemudian kami melanjutkan perjalanan keluar dari Cafe menuju parkiran mobil kampus. Sampai di parkiran, kami berhenti sejenak di depan mobil Freya. " Aya mau pulang bareng ga? " tanya Satria " Makasih Sat. Aku pulang bareng Fay dan Freya aja. " jawabku tegas dan tanpa pikir panjang " Oh Oke kalo gitu. Kalian hati hati yaa. Semoga lain kali kita bisa pulang bareng ya Aya. " kata Satria sambil tersenyum " Iyaa Amin semoga takdir mempertemukan kita lagi. Kami duluan yaa. Makasih buat hari ini yaa Sat. Assalamualaikum. " pamit ku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala " Waalaikumsallam. " jawab Satria singkat sambil tersenyum Lalu aku, Fay dan Freya masuk ke dalam mobil. Mobil kami pun melaju melewati Satria dan temannya. Tak lupa kami melambaikan tangan pada mereka. Mereka pun membalas lambaian tangan kami. " Sabar bro jangan terlalu buru buru. Ayara itu wanita yg beda. " kata Arvin sambil menepuk bahu Satria " Iyaa aku tau Vin. Makannya aku langsung jatuh cinta pas pertama ketemu dia. " jawab Satria sambil tersenyum " Hati hati di tikung Arvin Sat. " ledek Arion sambil tertawa lalu berjalan menuju mobilnya " Enak aja, bukannya kamu yg tukang nikung. " jawab Arvin sambil menyusul Arion dan sedikit berteriak karena Arion sudah semakin menjauh " Ga ada yg boleh nikung aku kali ini. " kata Satria yg juga mengikuti langkah teman temannya Mereka pun masuk dalam mobil masing masing dan melajukan mobilnya keluar kampus. Akhirnya mobil Freya berhenti di depan rumah ku. Yg berarti aku sudah sampai. Aku pun keluar mobil dan berpamitan pada Freya dan Fay. " Makasih yaa duo F. Aku masuk dulu. Bye, Assalamualaikum. " kataku sambil melambaikan tangan " Sama sama Aya. Waalaikumsallam. " jawab Freya " Jangan begadang mikirin Satria Mulu yaa say. " ledek Fay sambil tertawa " Apaan si Fay. " kataku sedikit kesal Kemudian mobil mereka melaju meninggalkan ku. Aku pun segera masuk rumah. Kalo ada yg tanya apakah rumah Fay dan Freya berdekatan? Jawaban adalah iyaa. Rumah mereka masih dalam satu kompleks. Hanya berbeda blok. Makannya mereka selalu berangkat dan pulang bersama. Bahkan tak jarang mereka pun pergi kemana-mana berdua. Karena itu banyak yg mengira jika mereka adalah kembar. Apalagi nama mereka yg sedikit mirip. Tapi untuk wajah jelas mereka sangat berbeda. Sifat, sikap dan kebiasaan pun berbeda. Tentu kalian bisa menilai sendiri bagaimana Fay, dan bagaimana Freya. Hehehehe. Yaa Fay lebih lebih humoris dan frontal dalam berkata. Dia juga sedikit centil, apalagi kalo di hadapkan dg pria tampan. Sedangkan Freya, dia terlihat lebih pendiam dari Fay. Bisa dibilang Freya itu 11 12 dg ku. Makannya aku lebih suka bertukar cerita dg nya. Karena Freya selalu bisa diajak ngomong serius dan rahasia. Tapi aku tetap sayang mereka berdua. Karena mereka adalah Sahabat Sahabat terbaikku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD