bc

Cinta Mati di Kota Satria

book_age18+
61
FOLLOW
1K
READ
goodgirl
sweet
campus
first love
friends
like
intro-logo
Blurb

Di kota Satria ini Satria Ku berada..

Dan di kota Satria ini Satria Ku pergi untuk selamanya..

Satria Mengingatkan Pada Satria..

Setiap ku melangkah hanya akan membuka luka..

Ayara Minara

Ini adalah kisah perjuangan cinta Ayara Minara dan Satria Maharprana. Yg di pertemukan semesta di satu kampus ternama di Jogjakarta, lalu mereka saling menautkan hati. Setelah hati tertaut bukan berarti perjalanan cinta yg di lalui itu mudah, karena diawal perjalanan mereka sudah mendapatkan banyak ujian. Tapi ketulusan dan kesungguhan keduanya, membuat mereka selangkah lebih maju dalam menjalin hubungan. Tapi itu bukan akhir perjuangan mereka. Karena saat kebahagiaan baru di dapatkan, saat semua restu telah berpihak pada mereka, takdir berkata lain. Takdir merenggut semua kebahagiaan yg baru di mulai. Hanya menyisakan kenangan dan puing puing hati yg rapuh. Bagaimana kah cerita perjalanan cinta mereka? Dan takdir seperti apakah yg membuat mereka terpisah?

chap-preview
Free preview
Pandangan Pertama
Pagi yg istimewa di kota istimewa. Seperti biasa, pagi ini aku pergi ke kampus. Aku mengenyam pendidikan di fakultas psikologi di universitas ternama di Jogjakarta. Hari ini aku memakai striped pants, inner hitam, outer coklat dan hijab pashmina hitam. Lalu aku memakai sepatu sneakers hitam dg motif coklat. Aku membawa tas ransel berukuran sedang dan beberapa buku di tangan. " Aya, cepetan. Mau berangkat bareng Mamah Papah ngga? " tanya mamah sambil sedikit berteriak, karena aku yg masih di kamar sedangkan Mamah di ruang tamu dan bersiap untuk menuju mobil. Kalo Papah jelas dia udah di dalam mobil. " Iyaa Mah, tungguin. " jawabku sambil membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali dan dg cepat melangkah menghampiri Mamah. Lalu kami berjalan menuju mobil papah. Kami sekeluarga berangkat bersama untuk memulai aktivitas. Aku ke kampus, sedangkan Mamah dan Papah pergi ke kantor. Aku selalu pergi bersama mereka setiap awal hari. Yaa karena pasti jalanan akan macet di hari Senin. Walaupun bukan Jakarta, tetap saja Jogja ini punya waktu waktu macet. Meski tak semacet di Jakarta, tapi aku malas untuk berada di barisan kendaraan seorang diri. Cape dan panas rasanya. Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. Aku Ayara Minara. Aku tinggal di kota istimewa, kota Jogja. Aku adalah anak tunggal dari pasangan Dahayu Minara dan Deon Kavindra. Papah bekerja sebagai CEO di perusahaan batik milik keluarga. Sedangkan Mamah sebagai pemilik butik yg dimana kain yg di pakai untuk membuat bajunya berasal dari pabrik Papah. Yaa mamah adalah owner butik batik yg diberi nama "Batik Dahayu". Kisah ku di mulai dari dimana aku bertemu dg seorang pria hari ini di kampus yg sama. Dia yg mengubah semua cerita hidupku menjadi lebih berwarna. Kisah yg penuh liku tp sangat mengesankan dan penuh cinta. Tak terasa mobil Papah sudah berhenti di depan kampus. Lalu aku keluar mobil, kemudian berjabat dan mencium tangan Mamah Papah. " Mau Papah jemput nanti? " tanya Papah " Ga usah pah, nanti Aya pulang bareng Fay dan Freya aja. " jawabku sambil merapikan baju " Iyaa udah kalo gitu, Papah Mamah berangkat yaa. " pamit Papah sambil melambaikan tangan dan tersenyum " Hati hati yaa sayang, kuliah yg bener. Bye Assalamualaikum." sambung Mamah yg juga melambaikan tangan padaku " Iyaa Mah Pah, hati hati yaa. Waalaikumsallam. " jawabku sambil membalas lambaian tangannya dan tersenyum Kemudian aku melangkahkan kaki memasuki area kampus. Karena hari ini adalah hari Senin, hari dimana tugas tugas minggu lalu di kumpulkan. Semua mahasiswa disibukkan dg itu. Lalu lalang anak anak di kampus, ada yg ke perpus, kelas, ruang dekan hingga taman. Tak jarang anak anak yg belum menyelesaikan tugas berlarian untuk memburu waktu mencari jawaban. Dan pagi itu, aku menjadi korban salah satu diantara mereka. Yaa aku yg sedang berjalan santai, tiba-tiba terdorong ke depan bahkan sampai hampir tersungkur. Gara gara ulah anak anak yg berlarian. Untungnya aku di tangkap oleh seseorang. Jadi aku tak sampai jatuh ke lantai. " Aduh. " ucapku saat terdorong ke depan " Kamu ga papa kan? " tanya seseorang yg sudah menopang lengan ku di depan " Eh ga papa ko. " jawabku terkejut lalu membenarkan posisi berdiri ku. Tp tangan seseorang itu masih ada di lenganku. Kemudian aku meliriknya. " Eh maaf. Syukur deh kalo ga papa. Biasalah anak anak bandel yg belum nyelesein tugas. " kata seseorang itu sambil menarik tangannya dari lenganku " It's Ok ga papa. Iyaa begitulah aku tau ko. Kalo gitu aku duluan yaa, Makasih buat yg tadi. " jawabku lalu aku yg sedang hendak melangkah pergi, kemudian di tahan oleh panggilannya " Mmm.. maaf tunggu sebentar. Bolehkah aku mengenalmu? " tanya seseorang itu dg sedikit ragu " Aku Ayara Minara. Kalo kamu? " jawabku sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangan padanya " Aku Satria Maharprana dari fakultas ilmu sosial politik jurusan manajemen. Kalo kamu anak fakultas mana? " jawabnya detail dg senyum mempesona dan membalas uluran tanganku " Ooh yaa aku dari fakultas psikologi. Sekali lagi makasih yaa Sat buat yg tadi. Kalo gitu aku permisi. Assalamualaikum. " jawabku lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban darinya " Eeemmmm.. Waalaikumsallam. " jawab Satria yg seperti masih ingin mengobrol dg ku Aku berlari kecil menjauh darinya. Yaa aku selalu malu dan takut jika harus berdekatan dg lawan jenis. Selain karena aku yg memang berhijab, sehingga dibatasi dalam hal seperti itu. Tp karena memang aku orangnya yg pemalu setiap berdekatan dg lawan jenis berdua saja. Apalagi tadi pria manajemen itu sangat tampan. Yaa Satria Maharprana. Badannya yg tinggi, tegap dan atletis benar benar seperti seorang ksatria. Wajahnya yg tampan, hidung yg mancung, senyum yg menawan. Layaknya seorang pangeran dari negeri dongeng. Astaghfirullah kenapa aku sampai tersepona begitu pada pria tadi. Yaa Tuhan maafkan aku yg memikirkan lawan jenis sampai sebegitunya. Ucapku dalam hati. Aku tersenyum senyum sendiri membayangkannya. (ditempat Satria berdiri tadi) Satria masih berdiri sampai aku hilang dari hadapannya. Ia tak berhenti memandang ku walau hanya memandang ku dari belakang. Satria terus tersenyum melihatku berlari menjauhinya. " Sungguh wanita yg mengagumkan. " Ucapnya dalam hati sambil tersenyum " Oh iyaa kenapa aku sampai lupa ga minta nomor hpnya yaa. Haduh bego bego. " kata Satria dalam hati lalu menepuk jidatnya (kembali ketempat Ayara berada) Aku yg masih melamun bersandar pada dinding, di kejutkan oleh dua sahabat ku yg memang hobi mengusili ku, Fay dan Freya. " Hayoo pagi pagi udah ngalamun aja nih. " kata Fay sambil menepuk bahuku " Astaghfirullah, kalian ini yaa kebiasaan banget ngagetin orang. " jawabku sedikit kesal karena terkejut " Lagian pagi pagi udah bengong di pojokan, ntar kesambet Lo. " kata Freya " Iyaa kesambet pangeran tampan. " ucapku sambil tersenyum lalu berlalu di depan mereka " Kesambet pangeran tampan? Lagi kenapa si tuh cewe. Aneh banget. " kata Fay sambil menoleh ke Freya " Jangan jangan Aya lagi jatuh cinta Fay. Thanks good akhirnya temen kita bisa jatuh cinta juga, hehehehe. " kata Freya yg juga menatap Fay " Jatuh cinta? Jatuh cinta sama siapa? " tanya Fay sambil memutar bola matanya keatas tanda sedang berpikir " I don't know. Mending kita tanya Aya langsung aja. " kata Freya " Oh yaa betul banget tuh. Ayaaaa tunggu ayaaa. " teriak Fay sambil berlari meninggalkan Freya sendiri " Dasar Miss kepo. Sampe ninggalin aku sendirian. " kata Freya sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Fay kemudian berjalan menyusulnya Begitulah tingkah dua sahabat ku, yg selalu usil dan kepo. Tapi mereka sangat baik, perhatian dan pengertian. Udah kaya pacar aja kan hehehehe. Yaa mereka emang seperti pacarku, karena aku yg memang belum pernah pacaran. Mereka adalah sahabat yg selalu ada di setiap aku butuh dan ada di setiap keadaan apapun. Yaa itulah Fay Zanitha dan Freya Maheswari. Kami bersahabat semenjak duduk di bangku SMA. Fay adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah Fay memiliki bisnis travel. Sedangkan ibunya memiliki toko kue makanan khas Jogja. Berbeda dg Fay, Freya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan di Jakarta. Sedangkan ibunya memiliki toko aksesoris di Jogja. Karena ayahnya bekerja di Jakarta, tak jarang Freya pun pergi kesana bersama ibunya setiap ada hari libur atau libur semester. Sebenarnya ayah Freya sendiri pulang ke Jogja saat weekend. Yaa mungkin Freya dan ibunya ingin sesekali main ke Jakarta. Itu sedikit tentang latar belakang sahabat ku. Aku sudah berada di dalam kelas. Aku duduk sambil membaca buku. Tiba tiba dua sahabat usilku muncul di depan pintu. " Aya Aya.. Kamu tadi bilang lagi kesambet pangeran tampan. Kamu lagi jatuh cinta yaa? Sama pangeran mana? Cepet cerita dong. Kepo nih. " ucap Fay yg masih dg nafas tak beraturan karena berlari mengejar ku " Yaa ampun Fay, tarik nafas dulu terus buang. Satu satu kali nanyanya. " jawabku santai sambil menggelengkan kepala dan menutup buku yg aku baca " Tau tuh emang dasar Miss kepo. Kalo keponya udah keluar, bawaannya pengen nanya Mulu, hehehehe. " kata Freya sambil duduk di bangku sebelah ku " Tapi kamu juga penasaran kan Fre? Udah deh ga usah muna. Ayoo dong Aya cerita sama kita. " kata Fay yg sedikit kesal pada Freya "Kriiing" Sebelum Aya menjawab. Bel tanda jam kuliah di mulai pun berbunyi. Dosen memasuki kelas. Semua anak kembali ke posisi bangkunya masing-masing. Mata kuliah pun dimulai. Dan beruntungnya Aya, tidak jadi menceritakan tentang kejadian tadi pagi yg membuatnya mulai mengenal cinta. Kalo Fay? Jangan ditanya, dia kesal setengah mati karena rasa penasarannya tak langsung terjawab. 2 jam terlewati. Akhirnya mata kuliah hari ini selesai. Tapi aku dan dua sahabat ku tak langsung pulang karena kita bertiga mengikuti organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan. Atau sering disebut UKM Keagamaan. Kami berkumpul 3x dalam seminggu. Yaitu Senin, Kamis dan Jumat. Senin dan Kamis dilakukan untuk rapat pembahasan tentang apa yg akan kita lakukan untuk membantu orang banyak. Sedangkan Jum'at adalah acara pengajian dan melakukan apa yg sudah di rapatkan di hari Senin dan Kamis. Karena bersifat keagamaan, pastilah kegiatan kami seputar baksos. Ntah itu berbagi dg orang orang yg membutuhkan, mengunjungi anak yatim-piatu atau pergi ke panti jompo. Dan karena ini adalah hari Senin, maka semua anggota di haruskan ikut dalam rapat pembahasan. Biasanya kami melakukan pertemuan di Aula atau di Masjid kampus. Untuk kali ini kita akan berkumpul di Aula. Saat aku, Fay dan Freya berjalan memasuki Aula, tiba-tiba kami berpapasan dg 3 pria tampan. Yg salah satunya adalah Satria. " Aya. Kamu disini juga? Kamu anggota UKM Keagamaan juga? " tanya Satria sambil tersenyum dan menunjuk ku " Eh iyaa Sat. Kamu sendiri? " kataku singkat sambil tersenyum " Aku juga anggota. Tapi ko aku ga pernah liat kamu yaa selama ini. Atau aku yg kurang paham dan belum kenal kamu waktu itu. " kata Satria " Kurang paham lah bro, kamu pahamnya sama Divya doang waktu itu. Hahahaha " kata salah satu teman Satria " Brisik deh, ga usah ungkit ungkit masa lalu Mulu. " jawab Satria kesal " Iyaa Yon. Jangan ungkit masa lalu di depan masa depan dong. " kata teman Satria yg lain sambil sedikit tertawa " Ehem ehem.. Maaf udah selesai belum yaa urusan rumah tangganya? Silahkan diselesaikan, kita pamit dulu. " kata Fay " Oh iyaa maaf, temen temen ku emang suka mengacau. " jawab Satria sambil terus menatap ku. Aku langsung tertunduk setelah sempat beradu tatapan " Ehem ehem.. Sekarang malah asyik tatap tatapan berdua. Boleh kali kenalan. " kata Fay tanpa rasa malu " Eh iyaa Aku Satria, dan ini temen aku Arion dan Arvin. " kata Satria sambil tersenyum dan menunjuk satu persatu temannya. Arion dan Arvin pun tersenyum dan menganggukkan kepala " Aku Fay temennya Aya. " kata Fay sambil tersenyum " Heeemmm kan gue ga disebut. Giliran sama cowo ganteng aja lupa sama temen. " kata Freya " Oh iyaa maaf ada yg ketinggalan ini Freya temen aku juga. " kata Fay sambil menunjuk Freya. Freya pun tersenyum Aku yg melihat tingkah kedua sahabat ku hanya menggeleng gelengkan kepala dan tersenyum. Begitulah mereka kalo ketemu pria tampan. Aku yg notabene belum pernah pacaran, mencoba biasa aja kalo ketemu pria tampan. Mereka yg udah berkali-kali pacaran dg pria tampan malah terkesan seperti baru pernah melihat pria tampan seperti itu. Satria yg dari tadi memperhatikan ku pun ikut tersenyum melihatku. " Udah ga usah di liatin Mulu. Kenalin kali ke kita. " kata Arion menyenggol perut Satria dg siku " Aww.. iyaa iyaa, itu namanya Ayara Minara. " kata Satria sambil tersenyum. Aku pun tersenyum sambil menganggukkan kepala " Sempurna. " kata Arion lalu tersenyum " Jangan macem macem itu udah di taken sama Satria bro. " kata Arvin yg tau gelagat Arion melihat Ayara " Kalo gitu kita permisi dulu yaa. " ucapku sambil tersenyum dan melangkah pergi " Aya tunggu. " kata Satria menghampiri ku " Boleh aku minta nomor hp mu? " tanya Satria sopan dan sedikit ragu lalu memberikan ponselnya untuk ku menuliskan nomor hp ku disana Kemudian aku menuliskan angka sebanyak 12digit di hp nya. Lalu kembalikan padanya. " Terimakasih Ayara. " kata Satria sambil tersenyum " Sama sama. Permisi. " jawabku lalu pergi dari hadapannya Satria memandangi ponsel yg masih menampilkan nomor hp ku. Lalu ia menyimpannya dg namaku. Dalam hatinya berucap " Wanita yg beda. Bahkan dia ngga menanyakan balik nomor hp ku. " kata Satria dalam hati Lalu Satria berjalan menuju tempat yg disediakan. Sedangkan Fay, Freya, Arion dan Arvin sudah lebih dulu duduk di bangku mereka sambil mengobrol. Yaa mereka sudah terlihat lebih akrab. Kemudian kami semua memulai pertemuan organisasi ini dg membahas acara baksos untuk hari Jumat.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
73.9K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook