Masa Lalu Satria

1342 Words
Setelah mencurahkan semua resah dan gelisah pada Fay dan Freya. Kami pun kembali ke kampus. Karena sebentar lagi mata kuliah akan di mulai. Saat keluar dari Cafe. Kami melihat Satria, Arion dan Arvin berjalan menuju Cafe. Awalnya Fay ingin memanggil mereka. Tapi aku mencegahnya. Sebelum lanjut ke cerita. Pasti pada mengira kalo Arion dan Arvin itu kembar kan? Mereka itu tidak kembar, hanya namanya yg hampir sama. Arion Melviano. Anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya adalah CEO perusahaan textile. Dan ibunya memiliki butik. Sedangkan Arvin, yaitu Arvin Virendra adalah anak tunggal sama sepertiku dan Satria. Ayahnya bekerja sebagai manajer di perusahaan yg sama dg ayah Satria. Yaa bisa di bilang ayah Arvin adalah bawahan ayah Satria. Ibu Arvin sendiri memiliki toko dan pabrik oleh-oleh khas Jogja. Oke kita kembali ke cerita. Ternyata walaupun Fay tak jadi memanggil Satria dan teman temannya. Mereka tetap menghampiri kami. Satria tersenyum manis padaku, sangat manis. Aku pun membalas senyumnya dg senyuman termanis ku. Arvin menyenggol lengan Arion, mengkodekan matanya ke arah ku dan Satria. " Ehem ehem senyum senyum doang. Say Hay kek apa kek. " kata Arion " Aku malu Arion. " jawab Arvin sambil tertawa " Kaya baru pernah pacaran aja pake malu malu. " kata Arion " Brisik deh. Reseh banget si. " kata Satria kesal Mendengar itu Satria pun sedikit kesal. Satria bicara seperti itu untuk membela Ayara. Meski Satria sudah pernah pacaran. Tapi tidak dg Ayara. Ayara benar benar baru merasakan semuanya dg Satria. Karena Satria mengetahuinya, makannya Satria kesal saat Arion berbicara seperti itu. Ketika Satria kesal, Ayara hanya tersenyum malu dan menundukkan kepala. " Hay Arvin, mau ke Cafe yaa? " tanya Fay dg gaya centilnya " Ngga, mau ke hatimu. Yaa iyaalah Fay mau ke Cafe, orang ini udah di depan Cafe. " jawab Arvin yg membuat semua orang tertawa " Iiiiihhhh Arvin. " kata Fay manja " Kenapa Hem? Mau ikut lagi ke Cafe? tanya Arvin " Boleh. " kata Fay yg langsung menggandeng tangan Arvin. Arvin dan kita semua hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah centil Fay " Emang kamu mau bolos kelas? Sebentar lagi kan kita masuk. " kata Freya " Oh iyaa lupa. Kalo gitu ngga jadi deh Vin. Kapan kapan aja yaa hehehehe. " kata Fay sambil melepaskan genggamannya " Kalo udah di depan cowo, lupa deh semuanya. " kata Freya menyindir. Yg di sindir pun hanya senyum senyum malu " Oke kalo gitu kita duluan yaa semuanya. " pamitku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala " Sampai ketemu di acara baksos nanti sore Ayara. " bisik Satria saat aku berjalan melewatinya. Aku hanya mengangguk dan tersenyum Aku, Fay dan Freya berjalan menuju kelas. Meninggalkan Satria dan teman temannya di Cafe. " Udah kali bro, jangan di liatin mulu. " kata Arvin " Dia itu lucu, gemesh dan istimewa banget. " Arion yg menjawab " Sialan kamu Yon, awas aja kalo kamu nikung aku. " jawab Satria kesal sambil memukul lengan Arion " Hah nikung gimana? Orang aku ngomongin temennya Ayara yg satu lagi siapa tuh yg kalem juga kaya Ayara. " jawab Arion " Freya? Kamu suka Freya? " tanya Satria " Ah iyaa Freya. Iyaa dia juga kayaknya 11 12 kaya Ayara deh. " jawab Arion sambil tersenyum " Terus aku sama Fay gitu? " tanya Arvin " Itu derita Loe. " jawab Satria dan Arion kompak sambil tertawa mengejek. Kemudian mereka berdua masuk ke cafe meninggalkan Arvin sendirian " Sialan Loe semua. " jawab Arvin kesal lalu berlari menyusul Arion dan Satria (Satu Jam Kemudian) Karena ini adalah hari Jumat. Kelas pun hanya 1 jam. Karena mata kuliah setiap hari Jumat hanya 1. Selesai kelas, Aku, Fay dan Freya pergi ke perpustakaan. Sambil menunggu acara baksos, kami biasanya tak pernah pulang ke rumah dulu. Kami akan menunggu dg pergi ke perpustakaan, atau ke toko buku. Berhubung Minggu kemarin sudah ke toko buku, jadi kali ini kita pergi ke perpustakaan. Karena acara baksos di hari Jumat biasanya di mulai setelah sholat Jumat. Untuk itu sangat membuang waktu jika harus pulang. Jadi lebih baik menunggu di perpustakaan. Aku, Fay dan Freya memasuki perpustakaan. Saat berjalan mencari buku, tiba tiba aku menabrak dg seorang wanita. " Aduh. Hati hati dong kalo jalan. " ucap wanita itu dg nada kesal " Eh maaf maaf ngga sengaja. " kataku sambil menganggukkan kepala berkali kali " Ah sudahlah. " jawab wanita itu lalu pergi begitu saja " Kamu kenapa Aya? " tanya Freya menghampiri " Ngga papa ko cuma tadi aku ngga sengaja nabrak orang. hehehehe. " jawabku sambil unjuk gigi " Eh bukannya itu tadi Divya yaa? " kata Fay " Hah Divya? Divya yg dulu sama Satria? " tanya ku memastikan " Iyaalah Aya, Divya mana lagi. " jawab Fay " Cantik si tapi ko gitu yaa. " jawabku " Gitu gimana Ayara. " kata Fay sambil menaik turunkan alisnya, meledek ku " Tapi bukannya Divya emang terkenal gitu yaa? Jutek, judes dan sombong. " Freya ikut menjawab " Bukan aku yg ngomong yaa. Hehehehe. " jawabku sambil tertawa " Iyaa emang gitu si. Tp ko bisa yaa Satria dulu mau sama cewe kaya gitu. " kata Fay sambil menggelengkan kepalanya " Huuusssttt udah udah. Mau baca buku apa mau ngegosip. " kataku lalu pergi mencari meja untuk membaca Kemudian Fay dan Freya pun mengikuti ku. Kami pun membaca buku. Saking asiknya membaca, tak terasa waktu sholat Jum'at pun telah usai. Tiba tiba Hp ku berdering. Ada panggilan dari Satria. " Assalamualaikum Aya, kamu dimana? " tanya Satria to the poin " Waalaikumsallam, aku di perpus Sat. " jawabku singkat " It's Oke. Tunggu yaa. " kata Satria " Iyaa. " jawabku singkat lagi Setelah mematikan telpon. Seperti biasa pasti ada yg kepo. Yaa siapa lagi kalo bukan Fay hehehehe " Siapa Aya? Satria? " tanya Fay sambil menoleh ke arah ku. Dan aku hanya mengangguk menanggapinya tanpa mengalihkan pandangan ku dari buku. Beberapa menit kemudian. Aku mendengar suara Satria sedang berbicara dg seseorang di sebelah. Awalnya aku ragu karena takut salah dengar. Tapi setelah lama lama di perhatikan, ternyata memang itu suara Satria. " Satria.. Yaa ampun akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi. " kata seorang wanita sambil mencoba untuk memeluk Satria. Tapi Satria segera menghindar " Divya? Tumben kamu ke perpus? " tanya Satria sambil mengerutkan kening heran Karena tak biasanya Divya ke perpus. Perpus adalah tempat yg tak pernah ia datangi. Dan ternyata yg berbincang dg Satria adalah Divya. Yaa Divya mantan kekasihnya. Divya Davira, anak fakultas hukum yg populer karena kecantikannya. Tapi sayang dia orang yg jutek dan sombong. Yaa mungkin karena dia berasal dari keluarga yg kaya raya. Ayahnya adalah CEO perusahaan besar di Jakarta. Sedangkan ibunya adalah pejabat negara. Wajar saja tak jarang tingkahnya seperti penguasa. Menurut berita yg beredar dikampus. Satria dan Divya menjalin hubungan hanya beberapa bulan saja. Karena sikap Divya yg membuat Satria tak tahan dg nya. Dan kabarnya Divya gamon (gagal move on) dari Satria. Beberapa kali ia mengajak Satria kembali. Tapi Satria tak pernah mau. Satria selalu menghindar setiap bertemu atau di dekati Divya. Makannya meski pun satu kampus, mereka tak pernah bertemu setelah putus. Dan baru kali ini mereka bertemu lagi. " Iyaa dong kan sekarang aku udah berubah. " jawab Divya sambil tersenyum " Masa? " jawab Satria singkat sambil menaikkan alisnya karena tak percaya dg ucapan Divya " Serius Satria, kamu ngga percaya banget si sama aku. Ooohhh iyaa ngomong ngomong kamu ngapain ke perpus? Ko ngga bawa buku atau ambil buku? " tanya Divya curiga " Lagi cari seseorang. " jawab Satria jutek " Seseorang? Pacar? Kamu udah punya pacar lagi Sat? Siapa? Anak fakultas apa? " tanya Divya tanpa jeda " Bukan urusan kamu. " jawab Satria lalu jalan melewati Divya begitu saja Saat Satria sudah menemukan keberadaan ku di perpus. Lalu ia menghampiriku. Sedangkan Divya terus memperhatikan Satria tanpa berkedip. Menatapnya tajam dan memperhatikan wajahku dg ekspresi kesal, cemburu dan marah. " Jadi itu cewe baru kamu Sat? Liat aja, aku bakal rebut kamu dari dua. Aku akan bikin kamu kembali sama aku. " ucap Divya dalam hati
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD