Pagi yang mulai menghangat, perlahan mampu mengusir kabut yang masih mengepul di wilayah danau Ranumaya. Dewa berjalan ke arah perapian untuk mengumpulkan teman-temannya. Karena suatu hal yang harus Dewa sampaikan. “Teman-teman ... aku harap sekarang kita berkumpul di sini ... ada sesuatu yang ingin aku ceritakan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke gerbang Sandekala selanjutnya.” Dewa ingin menceritakan hal yang sebenarnya akan mereka hadapi selanjutnya. “Ada apa, Dewa?” Tari menatap Dewa yang baru saja duduk di antara mereka. Windu dan Danu mendekat di antara mereka. Walau tetap saja, Windu malas untuk duduk berdekatan dengan Dewa. Sehingga ia berdiri agak jauh dari perapian. Sembari mengikis kayu dengan belatinya untuk membuat ketapel. Terlihat pula di sana, Dewa yang sedang mengul

