Makhluk raksasa yang mengerikan itu memerintahkan bala prajuritnya untuk mengikat kaki dan tangan Dewa. Lalu mereka membaringkan Dewa di atas sebuah batu besar seperti batu persembahan. Dewa tidak bisa berkutik karena kedua tangan dan kakinya diikat pada sebatang kayu yang mereka tancapkan ke tanah. Sedangkan Dewa masih terlentang di atas batu besar itu. Dewa merasa sebentar lagi riwayatnya akan tamat. Api yang mengelilingi Dewi Gentari dan teman-teman Dewa semakin berkobar. Dewa hanya bisa menahan emosi karena tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan menolong mereka. Menolong dirinya saja sama sekali tidak bisa. Dewa hanya bisa berteriak untuk meluapkan penyesalannya. Menyesal karena sudah mengajak semua teman satu regu saat diksar untuk bertualang di alas Sandekala. “Aaarrrggghhh!!!” “Aa

