Mia merasakan kehangatan tangan Dewa yang menggenggamnya erat. Tidak lain karena memang keadaan yang mengharuskan semua anggota rombongan petualang itu bergandengan tangan. Namun perasaan cinta yang ada dalam hati Mia untuk Dewa. Membuatnya menganggap ini adalah takdir dari Sang Pencipta. “Aku tahu ini memang sudah seharusnya ... tapi aku juga tidak bisa memungkiri kalau perasaan ini begitu bergemuruh dalam hati ... jemariku kini berada dalam genggaman hangat sang pemilik senyuman memikat itu ... apakah Dewa menyadari betapa dinginnya tanganku ini? Bukan karena udara yang teramat sejuk ini ... tetapi karena perasaan yang terus menggebu saat pertama kali dia menggandeng tanganku ... ya ... aku tahu mungkin ini hanya kebetulan ... kebetulan yang membuatku semakin tenang ... walau aku tidak

