Dewa masih mematung menatap wanita cantik yang berdiri di hadapannya. Tubuhnya tinggi semampai bak putri raja. Matanya berbinar berwarna biru Safir dibalut bulu mata yang lentik bagai boneka. Bibirnya terlihat sangat halus dan merona, membuat siapa saja yang menatapnya pasti akan terpesona. Bulahot besar yang mengerikan itu, kini berubah menjelma menyerupai manusia. Karena memang Bulahot adalah siluman yang bisa menjelma menjadi makhluk apa saja seperti makhluk yang menaklukkannya. “Tap—tapi ... tadi kamu? Besar, macan, dan mengaum?” Dewa merasa sangat terkejut. Hingga membuatnya bingung harus bertanya seperti apa. “Aku Bulahot ... para Bulahot adalah siluman yang mampu menjelma menjadi makhluk apa saja yang telah menaklukkan kami ... aku bisa menjelma menyerupai manusia, pada saat-saat

