Dewa menyadari kalau Dewi Gentari melamun. Ia berulang kali memanggil namanya. Namun tatapan Dewi Gentari tetap kosong. “Dewi Gentari?” “Dewi Gentari?” Berulang kali Dewa memanggilnya sembari melambaikan tangannya di depan mata Dewi Gentari. Namun Dewi Gentari tetap diam pada posisinya. Sehingga Dewa menepuk bahu Dewi Gentari secara perlahan. “Dewi Gentari.” Seketika, dalam pendengaran Dewi Gentari, terdengar suara kekasihnya seakan memanggil namanya. Spontan Ia menoleh pada Dewa. “Kakang Arya Runika?” Tatapan Dewi Gentari seakan memendam kerinduan mendalam pada kekasihnya. Tanpa disadari, Dewi Gentari memegang wajah Dewa. Ia membelai wajah Dewa dengan penuh kelembutan. Dewa yang tercengang hanya bisa terdiam melihat Dewi Gentari membelai wajahnya. “Dewi Gentari ... a—aku Dewa ..

