Pengakuan Aditya -3B-

1491 Words
Pov’s Aditya. Sementara itu, Waktu sudah hampir menujukan pukul tiga pagi, tetapi aku masih sulit tidur. Wajah Natasha gadis jalang itu terbayang terus di pikiranku. Aku tidak bisa melenyapkan wajah gadis itu dari pikiranku. Bertemu dengannya kembali membuat hatiku kembali terluka, padahal aku sudah hampir melupakannya. Padahal aku sudah bersusah payah melupakan wanita itu, tetapi pada akhirnya aku bertemu kembali dengannya. Aku tidak pernah berpikir untuk kembali bertemu dengannya. Aku benar-benar sangat terkejut saat tau Natasha menduakanku dengan Andre, Gila! Sebutan gila sangat pantas untuk gadis sepertinya! Jika saja wanita jalang itu tidak menduakanku dengan Andre, hatiku tidak mungkin sakit seperti ini. Natasha kini semakin menghancurkan hatiku. Bukan hanya menduakanku dengan Andre, wanita itu menjalin hubungan dengan sepupuku sendiri! Seperti tidak ada lelaki lain saja, sehingga membuat wanita itu harus menduakannya dengan Andre. Entah apa yang membuat gadis bernama Natasha pergi meninggalkanku begitu saja dan menduakanku dulu. Padahal dulu aku sangat mencintainya. Tetapi kini aku sangat membencinya, ingin rasanya aku melenyapkan gadis sepertinya. Bisa – bisanya dia menduakanku dengan Andre, sepupuku sendiri! Tiba-tiba Handphoneku berbunyi, aku langsung mengambil tasku yang tergelatak di bawah ranjang. Setelah mengambilnya aku membuka tasku dan mencari Handphoneku di dalam sana, keningku berkerut saat aku menemukan benda kecil di dalam tasku, aku mengeluarkan benda kecil itu dan disana aku melihat pin berbentuk hello kitty berwarna pink. Napasku berhembus kencang saat melihat pin ini, pin hello kitty ini adalah pemberian dari Natasha dan yang lebih parah aku selalu membawa pin darinya kemanapun aku pergi. Sial! Aku masih belum bisa melupakannya! Itu adalah masalah besar untukku. Sepertinya aku akan makin sulit melupakan wanita itu, Aku sudah bisa menebak kedepannya aku pasti akan sering bertemu dengan Natasha. Jika sering bertemu dengan wanita itu sangat tidak bagus untuk hatiku. *** Keesokannya... Natasha baru saja tiba di kantor Andre, Andre memintanya untuk menemuinya di kantornya. Awalnya Natasha sangat malas datang ke kantor Andre untuk menemui kekasihnya itu, dia tidak ingin bertemu dengan Aditya, tapi dia tidak bisa menolak permintaan Andre. Natasha tidak ingin membuat Andre curiga kalau dia sedang menghindari mantan kekasihnya. Natasha sudah memutuskan akan merahasiakan semua ini dari Andre, ia tidak ingin Andre meninggalkannya jika kekasihnya tau tentang semuanya. Pertemuannya dengan Aditya membuatnya semakin rumit. Mungkin jika Aditya bukan sepupu Andre, tidak akan sesulit ini. Ingin rasanya dia membunuh Aditya sekarang juga, tetapi dia tidak bisa melakukan hal itu. bisa – bisa dia yang akan dibunuh oleh Aditya. Aditya juga banyak perubahaan setelah lama mereka tidak bertemu, tubuh lelaki itu terlihat lebih berisi dengan tubuh tinggi menjulang. Wajahnya terlihat semakin tampan dengan kulit kecokelatan. Meskipun begitu, Natasha tidak tertarik sama sekali dengan Aditya. Nama Aditya sudah tidak lagi ada dihatinya, sekarang hatinya dipenuhi oleh Andre. Saat baru saja melangkah menuju lobby tiba - tiba dia bertemu dengan Ivanka karyawan Andre yang terkenal sombong di kantor ini. Natasha mendengus kesal ketika Ivanka memandangi penampilanya dengan senyuman remeh. Sejak pertama kali mengenal Ivanka, wanita itu langsung mengibarkan bendera perang dengan Natasha. Ivanka sudah lama menyukai sosok Andre. Tetapi Andre selalu menolak perasaan Ivanka. Entah apa yang membuat Andre menolak Ivanka. "Eh anak kecil ngepain kamu kesini?! Di sini kantor bukan Mall!" seru Ivanka dengan mata menyipit. "Yee gue juga tau keuless ini kantor!!" sahut Netly malas. Selama Natasha hidup sampai berumur dua puluh tahun, dia tidak pernah menemukan wanita sok seperti Ivanka, gaya Ivanka seperti wanita karir yang smart dan selalu eksis dengan penampilannya yang wah. Dari tas, baju, sepatu hingga pakaian dalamnya sekalipun adalah barang brended! Tapi sayang otaknya Nol! Semenjak Ivanka menghinanya dengan julukan 'Handsome and the beast' saat Natasha sedang berjalan berdampingan dengan kekasihnya Andre, Natasha langsung mengibarkan bendera perang kepada Ivanka dan menganggap Ivanka adalah musuh terbesar dalam hidupnya yang harus segara ia singkirkan dari hidupnya. "Kau tau anak kecil, Andre mengangkatku sebagai sekretarisnya dan jika kau ingin bertemu dengan Andre kau harus meminta izin padaku!" seru Ivanka dengan senyuman menyeringai dan kebanggaan. "Bodo! Gue nggak peduli!!" sahut Natasha geram dan mendorong bahu Ivanka agar dia tidak menghalangi jalannya. Natasha terus berjalan menuju lift dan dia tidak pedulikan teriakan dan makian Ivanka untuk dirinya. "Dasar wanita jalang!" umpat Netly ketika berada di dalam lift. Saat pintu lift terbuka tepat di lantai enam belas, sepasang mata Natasha melebar ketika melihat pemandangan di depan ruangan Andre. Ruangan ini dipenuhi oleh bunga-bunga mawar merah bermekaran membuat Natasha tersenyum lebar, ia sangat menyukai bunga mawar. "Netly..." panggil seseorang membuatnya menoleh, dilihatnya Andre yang sedang tesenyum kepadanya sambil memegang bucket besar yang berisi bunga mawar. Andre terlihat tampan dengan kemeja kerja berwarna hitam di padu celana cream. Rambutnya baru saja di cukur rapi. Natasha begitu beruntung mendapatkan Andre. Natasha menghampiri Andre dengan senyuman tersipu malu, baru kali ini Andre bersikap romantis seperti ini kepadanya. "Kamu tidak salah minum obat kan Ndre?!" tanya Natasha heran dengan semua kejutan dari Andre, Andre tertawa pelan mendengar pertanyaan kekasihnya. Andre sangat jarang memberikannya bunga. "Kamu tidak suka?!" tanya Andre dengan alis terangkat. Dia merasa Natasha tidak menyukai kejutan yang diberikan olehnya. "Aku sangat suka..." jawab Natasha lalu mengambil bucket bunga dari tangan Andre dan menghirup wangi bunga mawar itu. "Thank you..." ucapnya dengan senyuman tipis. Andre menarik pinggang Natasha sehingga tubuh kekasihnya semakin dekat dengannya, senyum Andre mengembang saat melihat wajah Natasha yang begitu bahagia dengan kejutan yang diberikannya. Andre menyelipkan rambut Natasha di belakang telinganya membuat Natasha menatap Andre yang sedang memandanginya dalam, Andre semakin mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Natasha dan melumatnya. Natasha yang merasakan ciuman tiba-tiba dari Andre mengerang pelan saat Andre mendorong tubuhnya ke tembok, Andre terus melumat bibir kekasihnya dengan begitu panas. Wajah Natasha begitu panas dengan apa yang Andre lakukan untuknya saat ini. Tanpa disadari mereka, Aditya yang baru saja keluar dari lift dan melihat ciuman panas itu. "Ehmm!" seru Aditya berdehem kencang membuat Andre menghentikan ciumannya. Baru saja tiba di kantor ini, dia sudah melihat pemandangan yang sangat menyesakan hatinya dan juga menyakiti kedua matanya. "Aditya?!" pekik Andre terkejut saat melihat Aditya di hadapannya, "Kau dari tadi disana?" tanya Andre salah tingkah, Aditya mengangguk pelan lalu pandangannya beralih kepada Natasha yang sedang menutupi wajahnya dengan bucket bunga. Natasha benar – benar malu karena ketahuan oleh Aditya sedang bermesraan dengan Andre. "Lain waktu jika ingin berbuat yang tidak-tidak jangan disini, itu sangat menganggu." Ucap Aditya dingin. Pandangannya begitu tidak suka melihat Natasha dan Andre. “Apa kalian tidak malu jika ada orang yang melihat? Apa kalian juga tidak malu di ruangan ini banyak cctv? Apa kalian mau rekaman kalian ciuman menjadi viral?!” ujarnya dengan banyak ceceran pertanyaan. Andre hanya mengangguk pelan sambil memegangi tengkuk lehernya, ia sangat malu saat Aditya memergokinya tengah berciuman dengan Natasha. Entah kenapa Andre merasa tidak enak dengan Aditya. Apa karena Aditya adalah mantan Natasha, sehingga membuatnya menjadi tidak enak hati? Kemudian Adit berjalan pelan menuju ruangan Andre, namun langkahnya terhenti saat Natasha memandanginya ketika Adit melewati mereka. Adit menghembuskan nafasnya berat sambil milirik kilas Natasha, lalu pandangannya beralih kepada Andre, "Ku sarankan kau harus cuci bibirmu dengan air atau kembang tujuh rupa, aku tidak ingin kau terkena virus mematikan setelah mencium bibirnya...” perintah Aditya dengan wajah serius. Netly yang mendengar perkataan Adit kontan kedua matanya melebar dengan mulut terbuka, Sialan! Umpatnya pelan. Aditya selalu saja mencari masalah ketika bertemu dengannya. Andre yang mendengar perkataan Adit tertawa kencang sambil memegangi perutnya, "Saranmu akan ku jalankan!" balas Andre di sela tawanya membuat Natasha terperangah. "Andre! Kamu kok malah dengerin omongan dia sih!!" seru Netly marah, dia tidak terima dengan semua perkataan Aditya dan Andre yang secara tidak langsung sedang menghina dirinya. Dia benar – benar geram sekarang dengan Aditya. "Maaf sayang, aku hanya bercanda..." balas Andre masih tertawa, lalu merangkul bahu Natasha. Natasha melepaskan tangan Andre dari bahunya sambil melirik sebal kearah Adit yang sedang menatapnya dingin. "Sudahlah aku mau pulang saja! Lebih baik tadi aku ikut Intan dan Ria ke kwitang cari buku bekas daripada menemuimu!" seru Natasha kesal, dia sangat marah kepada Andre dan Adit. Sejak bertemu dengan Aditya dia menjadi sangat sensitif sekali. Andre yang melihat kepergian Natasha langsung mengejarnya setelah berpamitan kepada Adit. Dia tidak ingin kekasihnya marah kepadanya gara – gara Aditya. "Drama Queen!" ucap Adit sambil menggelengkan kepalanya. Adit menghembuskan napasnya berat, melihat adegan mesra di antara mereka tadi membuat hati Adit sedikit sesak. *** Aditya menghembuskan napasnya dan duduk di kursi kerjanya. Melihat kemesraan Andre dan Natasha tadi sangat menyakitkan untuknya. Dulu ketika masih berpacaran dengan Natasha, dia tidak pernah mencium bibir Natasha, dia berusaha menahan dirinya untuk tidak melakukan hal itu karena dia menghargai wanita itu. Tetapi Andre berani mencium bibir Natasha, hingga Aditya berpikir Andre dan Natasha sudah melakukan hubungan yang jauh ketika mereka menjalin hubungan. Sedetik kemudian Aditya menggeleng, itu bukanlah urusannya lagi. Terserah mereka mau melakukan apapun. Meskipun begitu Aditya merasa tidak tenang memikirkan Natasha dan Andre malukan hal yang tidak – tidak. “Sialan!! Hidupku menjadi tidak tenang sekarang!!” keluh Aditya kesal setengah mati dengan jalan pikirannya saat ini. Kemudian dia mengambil dokumen dan mengerjakan pekerjaannya untuk mengalihkan pikirannya dari Natasha. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD