Pengakuan Aditya -3A-

1970 Words
Pengakuan Aditya -3A- *** "Kau tidak apa-apa?" tanya Andre dengan wajah khawatir, Aditya hanya mengangguk pelan. "Oke, aku ke toilet dulu sebentar..." pamit Andre dan beranjak pergi, tiba-tiba ia ingin buang air kecil karena AC di restoran ini begitu dingin. Natasha menggigit bibir bawahnya pelan saat Andre meninggalkannya, ingin sekali Natasha ikut Andre ke toilet, tapi di urungkan niatnya itu. Tiba-tiba suasana di restoran ini sangat menyeramkan bagi Natasha, ditambah lagi Aditya terus memandanginya dengan tatapan mematikan. "Aku akan mengatakan pada Andre bahwa kau adalah mantan kekasihku!" ucap Aditya memecahkan keheningan di antara mereka. Natasha yang mendengar itu langsung membusungkan badannya dengan wajah angkuh, "Bilang saja aku tidak takut!" balasnya sinis, "Sekalipun kamu mengatakan yang sebenarnya kepada Andre, aku sangat yakin dia tidak peduli karena Andre sangat menyayangiku!" ucapnya penuh percaya diri. Perkataan Natasha membuat Aditya tertawa kencang, "kita lihat saja nanti!" kemudian Adit mengambil sebuah pisau kecil lalu memainkan pisau itu, Natasha yang melihat itu memandanginya ngeri. "Andre tidak pantas dengan gadis sepertimu!" ucap Aditya dengan senyuman remeh. "Oh ya?!" seru Netly dengan alis terangkat, "Kuberitahu yah, Andre Broklyn sangat pantas bersanding dengan wanita cantik sepertiku dan kau Aditya Radiant yang tidak pantas untukku!" seru Netly sambil menunjuk wajah Aditya. Aditya mendengus malas, "Memangnya kau pikir aku masih tertarik denganmu?!" tanyanya dengan wajah masam, Natasha yang mendengar perkataanya kontan sepasang matanya melebar, "Dengar Natasha, secuil pun kau sudah tidak ada di hatiku setelah apa yang kau lakukan padaku! Kau berselingkuh dan menduakanku dengan sepupuku sendiri! Kau benar-benar gadis gila!" serunya dengan rahang bergemertak. "Kau yang gila!!" sahut Natasha tidak mau kalah, "Yah jelas saja aku menduakanmu! Wanita manapun pasti akan menduakan pria sepertimu, kau pria kaku, arrogant, dingin dan selalu meninggalkan wanita disaat sedang berkencan!!" cerocos Netly penuh amarah. "Dasar pria tengik menyebalkan!!" seru Netly kesal. "Apa kau bilang?? Pria tengik??" seru Aditya dengan rahang bergemertak. "Ya pria tengik!" "Kalau aku pria tengik, kau apa?! Oh ya! Kau adalah Gadis m***m yang selalu menciumku di tempat sepi dan gelap!" sahut Aditya tidak mau kalah. Natasha yang tidak terima dengan perkataan Aditya langsung mengambil gelas yang berisi sirup merah dihadapannya dan langsung menyiramnya ke kemeja pria itu. "F*ck!!" teriak Aditya membuat semua yang berada di restoran ini memandangi mereka. Natasha tersenyum penuh kemenangan saat kemeja putih pria itu sudah ternoda minuman sirup merah yang baru saja ia siram. "Hai, ada apa ini?!" tanya Andre dengan pandangan heran saat melihat Aditya membersihkan kemejanya, dia baru saja tiba dari toilet. Aditya hanya mendengus kesal sambil mengeluarkan saputangannya dari saku celananya, lalu pandangan Andre beralih kepada Natasha, "Sayang, apa yang terjadi?!" tanyanya kepada Natasha. "Kamu tanya saja pada sepupumu ini!" jawab Natasha lalu pergi begitu saja dari hadapan mereka, Andre langsung mengejar Natasha ketika kekasihnya keluar dari restoran ini. "b******k!" umpat Aditya kesal, dia tidak terima dipermalukan oleh Natasha di tempat umum. Pertemuannya dengan Natasha adalah mimpi buruk untuknya. *** *** "Sayang, apa yang terjadi?!" tanya Andre kepada Natasha dengan pandangan heran melihat keributan yang terjadi "Kamu tanya saja pada sepupumu ini!" jawab Natasha lalu pergi begitu saja dari hadapan mereka, Andre langsung mengejar Natasha ketika kekasihnya keluar dari restoran ini. "b******k!" umpat Aditya kesal, dia tidak terima dipermalukan oleh Natasha di tempat umum. Pertemuannya dengan Natasha adalah mimpi buruk untuknya. Kemudian Aditya berjalan menuju toilet untuk membersihkan kemejanya yang basah akibat ulah Natasha. Dia masih belum percaya bertemu dengan mantan kekasihnya itu lagi. Ini adalah hati yang sangat buruk untuknya, benar – benar buruk. *** Sepanjang perjalan tidak ada pembicaraan antara mereka, Andre yang melihat keanehan antara Natasha dan Aditya melirik kilas kearah kekasihnya yang duduk tepat disampingnya, wajah Natasha terlihat begitu masam. Lalu pandangannya beralih kepada Aditya yang duduk di kursi belakang melalui spion mobilnya, wajah Aditya sangat memerah seperti menahan amarah. Apa yang terjadi diantara mereka?! Pikir Andre dengan pandangan heran. Melihat pertengkaran mereka di bandara dan restoran tadi membuat Andre sangat penasaran. Apalagi baik Natasah dan Aditya baru saja saling mengenal, tetapi mereka langsung bertengkar hebat. Padahal ini adalah pertemua pertaman mereka, lalu apa yang membuat mereka bertengkar? Entalah Andre juga tidak mengerti akan hal itu. "Sayang..." panggil Andre membuat Natasha menoleh, "Are you oke?!" tanya Andre tanpa menoleh karena sedang sibuk mengemudi mobilnya, Natasha hanya mengangguk kilas lalu merebahkan kepalanya di bahu Andre. "Aku mau pulang..." ucap Natasha dengan suara serak. Suasana hatinya berubah menjadi sangat tidak enak ketika bertemu dengan Aditya. Rasanya ingin sekali dia menghilang sekarang. Pertemuannya kembali dengan Aditya sangat, sangat menyebalkan. Laki – laki itu menghinanya di restoran tadi. Dia pikir lelaki itu sudah berubah, tetapi ternyata lelaki itu belum berubah, malah tambah menyebalkan. Aditya masih saja mempunyai sikap dingin kepadanya. "Baiklah, aku akan mengantarmu..." balas Andre tersenyum. Padahal dia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan Natasha, tetapi melihat suasana hati wanita itu tidak baik dia memutuskan untuk mengantar Natasha pulang. Dia juga tidak ingin Natasha dan Aditya kembali bertengkar jika bertemu lama – lama. Aditya yang melihat pemandangan menjijikan itu mendengus kesal, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Natasha kembali, wanita yang telah menghancurkan hatinya. Sekalinya bertemu dia harus menerima kenyataan pahit jika wanita itu harus berpacaran dengan sepupunya sendiri, itu adalah hal yang sangat – sangat menyakitkan untuknya. Apalagi ketika Natasha berpacaran dengan Andre, wanita itu masih menjalin kasih dengannya. Dasar wanita tak tahu malu, berani – beraninya Natasha mengkhianatinya dengan sepupunya sendiri. Mungkin semua ini tidak akan menganggu, jika saja Natasha menduakan Aditya dengan lelaki lain bukan dengan Andre. Hatinya sangat marah ketika mengetahui jika Natasha bertemu dengan Andre ketika Andre berulang tahun, parahnya ketika itu Aditya meninggalkan Natasha di pesta ulang tahun Andre waktu itu karena ada urusan mendadak. Jika saja Aditya tahu jika pada akhirnya Natasha berkenalan dengan Andre disana, dia tidak akan pernah meninggalkan Natasha di pesta ulang tahun Andre. Tetapi Aditya tida bisa berbuat apapun, semua itu sudah terjadi. Tidak lama kemudian mereka tiba di kediaman Natasha, Andre menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Natasha. Natasha langsung membuka pintu mobil diikuti oleh Andre. Sebelum Natasha masuk ke dalam rumahnya, ia memeluk Andre dan mengecup bibir Andre kilas. Aditya yang melihat pemandangan itu dari dalam mobil hanya mencibir mereka dengan pemandangan malas. "Hubungi aku jika sudah sampai..." ucap Natasha, Andre hanya mengangguk pelan dengan senyuman. Natasha sama sekali tidak melirik kearah Aditya, dia sangat malas berurusan dengan Aditya. Natasha berharap tidak akan pernah lagi bertemu dengan Aditya, tetapi hal itu tidak mungkin terjadi. Setelah Natasha masuk ke dalam rumahnya Andre langsung masuk ke dalam mobilnya, dilihatnya Aditya yang sudah duduk di kursi depan mobil, entah sejak kapan Pria itu pindah ke kursi depan. Kemudian Andre menstrater mobilnya menuju kediamannya, tanpa mengatakan apapun. Sementara Aditya hanya menghembuskan napasnya berat dan keadaan di dalam mobil senyap tanpa suara. Hanya suara musik di radio yang terdengar. *** Kediaman Andre. "Adit!" panggil Andre saat Adit ingin masuk ke dalam kamar tamu, "Sebenarnya ada masalah apa antara kau dan Netly?" tanya Andre sedikit hati - hati, sungguh dia masih sangat penasaran dengan kejadian di restoran Bandara tadi. Ini adalah pertemuan pertama Natasha dengan Aditya, tetapi mengapa diantara mereka ada bendera perang? Apa yang membuat Natasha begitu tidak menyukai Aditya? Dan begitu juga sebaliknya? Pantas saja Natasha menolak ikut dengan Andre ke Bandara menjemput Aditya, sepertinya memang Natasha sudah mengenal dengan Aditya. Adit menghembuskan nafasnya berat, "Natasha adalah mantan kekasihku!" ucapnya jujur, yah lebih baik dia jujur daripada ke depannya nanti hubungannya dengan Andre merenggang. Ia hanya tidak ingin menyembunyikan apapun dari Andre. Baginya persaudaraannya dengan Andre lebih penting dari sekedar urusan cinta, Aditya dan Andre sudah menghabiskan waktu bersama dari mereka bayi. Dan Aditya tidak ingin Natasha merusak hubungannya dengan Andre. Pengakuannya membuat Andre terperah dan sangat membuatnya terkejut, "Mantan kekasih?!!!" tanyanya dengan suara tecekat, dia sangat tidak percaya apa yang baru saja di katakan Adit. Dia menatap Aditya dengan pandangan melebar, dia masih belum percaya jika Natasha adalah mantan kekasih Aditya. Adit mengangguk pelan, "Yah dia mantan kekasihku..." ucap Adit kembali. Sejujurnya dia sangat tidak tega mengakui hal ini, tetapi dia harus. Dia tidak ingin Andre tahu belakangan pada akhirnya dan membuat hubungan tali persaudaraan di antara mereka merenggang di kemudian hari. Lebih dia mengakui sekarang. Andre tertawa miris sambil menggelengkan kepalanya, "Ya Tuhan!" pekiknya sambil mengusap wajahnya gusar. Sebelumnya dia tidak pernah berpikir jika Natasha dan Aditya dahulu pernah menjalin kasih, dia pun tidak pernah bertanya tentang masa lalu Natasha. Baginya yang terpenting di masa sekarang dan masa depan dia adalah kekasih Natasha. "Tapi kau tenang saja Ndre! Aku dan kekasihmu sudah sangat lama putus, lagipula aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepadanya, gadis sepertinya bukan tipeku..." ucap Adit sambil menepuk bahu Andre dengan senyuman di wajahnya. Dia berusaha menenangkan Andre, agar sepupunya itu tidak berpikir buruk tentangnya. Andre menyipitkan matanya seakan tidak percaya dengan ucapan Adit, "Apa yang membuat kalian putus?!" tanyanya seakan ingin tahu. Dia tidak ingin Aditya masih menyimpan perasaan untuk kekasihnya, dia tidak mau hubungannya dengan Natasha terganggu karena Aditya. Adit mengangkat bahunya, "Aku tidak ingat penyebab kami putus, yang pasti kami putus karena aku tidak tahan dengan mulutnya yang terus berbicara. Kau sangat tau kan Netly seperti apa? Dia terus berbicara sepanjang waktu, lagipula gadis ABG sepertinya sangat tidak menarik untuk pria sepertiku dan sepertimu..." ucap Adit membuat Andre tertawa ringan. Adit tidak ingin Andre tau penyebab putusnya dengan Netly karena gadis itu menduakannya dengan sepupunya sendiri, jika Andre tau akan hal itu sama saja Adit membuat hati sepupunya itu hancur dan Adit tidak ingin Andre patah hati. Cukup dirinya saja yang dipermainkan oleh Natasha, tetapi tidak dengan Andre. Jika suatu saat Natasha menghancurkan dan mempermainkan hati Andre, Natasha akan berurusan dengan Aditya. "Kau hanya main-main dengannya?!" tanya Andre di sela tawanya, Adit mengangguk pelan. "Kau pantas disebut pria b******k Dit!" seru Andre membuat Adit tertawa, "Tapi kau serius kan sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Netly?!" tanya Andre kembali, jujur saja di hatinya agak sedikit cemas. Dia takut Aditya masih memiliki perasaan untuk kekasihnya. Lagipula sangat tidak etis bersaing dengan saudara sendiri, dia tidak mau bersaing dengan sepupunya. Aditya mengangguk mantap, "Aku sudah bilang dia bukan tipeku, aku sudah punya kekasih yang lebih cantik dari kekasihmu itu..." jawabnya tersenyum hangat. "Netly-ku lebih cantik..." balas Andre tidak mau kalah. Baginya hanya Natasha wanita tercantik. Adit tersenyum samar mendengar perkataan Andre, "Oke, aku masuk ke kamar dulu. Aku sangat lelah sekali..." pamitnya, Andre hanya mengangguk, lalu Adit masuk ke dalam kamarnya dengan hembusan napas berat. Aditya sengaja berpamitan kepada Andre karena dia ingin menghindari perbincangannya tentang Natasha. Setelah kepergian Aditya ke kamarnya, Andre terduduk di sofa sambil memijit keningnya. Pikirannya melayang jauh tentang hubungan Natasha dan Aditya di masa lalu, dengan hembusan napas Andre melenyapkan pikiran negatifnya itu. Dia percaya jika Natasha mencintainya. *** Pov’s Andre Jam di kamarku sudah menunjukan pukul tiga pagi, tapi mataku belum bisa terpejam. Pengakuan Aditya membuat hati dan pikiranku tidak tenang, aku benar-benar terkejut saat dia mengatakan bahwa Netly adalah mantan kekasihnya. Pengakuannya membuat hatiku seperti kesambar petir di tengah hari bolong. Sungguh aku tidak pernah mengetahui bahwa Netly pernah berpacaran dengan Aditya, walaupun saat ini mereka sudah putus tetap saja hatiku merasa tidak tenang. Pikiran yang tidak – tidak kini berada dalam jalan pikiranku tentang Aditya dan Natasha di masa lalu. Jujur saja aku menjadi tidak enak kepada Aditya karena telah berpacaran dengan mantan kekasihnya, tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Lagipula aku sangat menyayangi Netly dan tidak ingin kehilangannya. Aku sungguh mencintai Netly dan tidak ingin siapapun merebutnya dariku termasuk Aditya. Apa aku harus menyembunyikan semua ini dari Netly? Bahwa aku sudah mengetahui kalau dia adalah mantan Adit? Ku rasa aku harus menyembunyikannya dari Netly, aku tidak ingin membuat kekasihku merasa bersalah kepadaku karena aku telah mengetahui semuanya, yang ada nanti hubungan kami akan menjadi hambar dan rusak. Aku tidak ingin hal itu terjadi. Situasi seperti ini membuatku semakin merindukan Netly, besok aku akan menyuruhnya datang ke kantorku. Aku ingin segera bertemu dengannya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD