Bagian 2

1574 Words
Bad Day -2- *** Keesokannya... Natasha merebahkan kepalanya di meja kantin, kedua sahabatnya Intan dan Ria memandanginya heran. Sejak tiba di kampus wajah Natasha terlihat murung, seperti tidak punya semangat hidup, entah apa yang sedang terjadi dengannya. Bahkan saat di kelas tadi Natasha tidak fokus dengan materi pelajaran yang sedang di bicarakan oleh dosen mereka. Setiap ditanya oleh kedua sahabatnya Natasha hanya terdiam tanpa mengatakan apapun. "Hhh..." hembusan Netly terdengar berat, lalu di angkatnya kepalanya dan memandangi kedua sahabatnya. "Sumpah! Gue lagi stress berat nih!" serunya menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya, lalu memijit keningnya yang terasa pusing. "Lo putus sama Andre?" tanya Intan sembarangan, Ria yang duduk disampingnya langsung menyikut lengan Intan. "Bukannnn!!" jawab Netly frustasi. "Terus lo kenapa?" tanya Ria penasaran. Natasha berdecak kesal, "Sore ini Andre mau kenalin gue sama sepupunya!" jawab Natasha. "Wah, gue juga mau dong di kenalin! Siapa tau ajah sepupu Andre tertarik sama gue! mumpung gue lagi jomblo nih!" seru Intan dengan wajah berseri. Natasha dan Ria memandang jengah Intan, "Kalian mau tau siapa sepupu Andre itu?" tanyanya dengan mata melebar, Intan dan Ria langsung mengangguk mantap dengan wajah penasaran. "Aditya! Aditya Radiant!" ucap Natasha setengah berbisik. "Whatt?!!" pekik Ria dan Intan berbarengan. "Aditya mantan lo itu?!" tanya Ria berteriak, Natasha mengangguk pelan. "Mampus! Tamat riwayat lo Net!!" seru Ria. "Makanya itu, gue harus gimana nih!!" sahut Natasha yang hampir mau menangis. "Gue nggak mau ketemu sama Adit! Lo berdua tau kan gue putusin dia karena gue ngeduain dia sama Andre dan akhirnya gue lebih pilih Andre, eh nggak taunya mereka sepupuan!" seru Natasha frustasi sekaligus depresi. "Lebih baik lo nggak usah ketemuan sama Adit, takutnya ntar Adit bilang sama Andre kalau lo mantannya dia, yang ada lo bakalan diputusin sama Andre!" usul Ria disetujui oleh Intan. "Lagi sih lo Net, cowok keren kaya Adit masih ajah lo duain. Padahal Adit tuh perfect banget!" ucap Intan sambil menyesap air jeruknya. "Adit tuh nggak se-perfect yang lo kira Tan! Dia tuh cowok dingin, saking dinginnya gue bisa mati beku kalau di dekat dia! Dulu masih gue pacaran sama dia, setiap jalan dia nggak pernah yang namanya gandeng tangan gue! pernah sekali waktu gue cium pipinya di bioskop eh dia malah ninggalin gue gitu ajah di bioskop!" Seru Natasha penuh amarah. "Bukan Cuma itu, lo juga pernah di tinggal Adit gara-gara lo bilang lo sayang sama dia di hadapan semua teman-temannya pas hari ulang tahunnya!" timpal Intan mengingatkan. Netly mengangguk miris jika mengingat tingkah konyol Aditya mantanya itu. "Mungkin dia gay…" ucap Ria berspekulasi. "Bisa jadi, Aditya itu seorang GAY!" Seru Netly tertawa diikuti kedua temannya yang tertawa juga. "Siapa yang Gay?!" tanya seorang tiba-tiba membuat mereka menoleh, sedetik kemudian wajah mereka sangat terkejut saat melihat Andre yang berdiri di tengah mereka. "Andre?!" pekik Netly terkejut, Andre tersenyum lalu duduk disamping Natasha. “Kamu ada apa datang ke kampus-ku?!" tanya Netly heran. "Mau jemput kamu..." jawabnya tersenyum, lalu memandangi kedua sahabat Natasha. "Hai Ria... Hai Intan..." sapanya, Intan dan Ria tersenyum membalas sapaan Andre. "Kak Andre abis dari kantor yah?" tanya Intan sambil memainkan ujung rambutnya dan menatap gemas Andre, penampilan Andre membuat pikiran Intan berfantasi liar kepada tubuh Andre. Ria yang melihat itu langsung menginjak kaki Intan membuat Intan meringgis kesakitan. "Gue tau yang ada di otak m***m lo itu!" bisik Ria, Intan hanya mencibir malas. "Yah, aku habis dari kantor dan belum sempat berganti pakaian..." ucap Andre, lalu pandangannya beralih kepada Natasha. "Sayang, sebentar lagi Adit akan tiba di Bandara. Kamu harus ikut aku menjemputnya." Ucap Andre tersenyum. "Andre sayang maaf yah, aku kayanya nggak bisa deh... hari ini aku banyak tugas..." tolak Netly beralasan. "Kayanya kita nggak ada tugas deh Net!" sahut Intan polos membuat Natasha melotot. Andre tertawa, "Please, Natasha jangan berbohong, kamu tau kan aku paling tidak suka dengan orang berbohong!" ucap Andre menatap tajam Natasha, Natasha menghembuskan nafasnya berat sambil melirik Intan sebal. Andre langsung menarik tangan Natasha setelah berpamitan kepada kedua sahabatnya. Natasha terpaksa ikut dengan Andre sebelum pria itu marah dengannya, Andre kekasinya itu kalau sudah marah susah untuk di ajak untuk berbaikan. "Netly!! Semangat!!" teriak Intan, Ria yang mendengar teriakan Intan langsung membekap mulutnya. Ya Tuhan kenapa aku harus punya teman bodoh seperti Intan sih! Keluh Natasha dihatinya. *** Bandara Soekarno Hatta, Andre dan Natasha sudah hampir satu jam tiba di bandara. Natasha sedamh sibuk mundar-mandir kesana kesini, hatinya benar-benar tidak tenang dan tangannya terasa dingin dan gemetar. Dilihatnya Andre yang sedang sibuk menelpon di sudut sana, entah ia sedang menelpon dengan siapa. Ingin sekali rasanya Natasha kabur dari Bandara terkutuk ini, namun di urungkan niatnya itu saat sepasang mata Andre terus mengawasinya. Andre kekasihnya itu sangat tau dengan isi kepala Natasha. Dari pintu keluar Bandara tidak lama banyak orang yang keluar, Andre yang melihat itu langsung mematikan sambungan teleponnya dan berjalan pelan menuju pintu keluar bandara. Natasha yang melihat itu kontan memakai kacamata hitamnya, lalu mengacak rambut panjangnya agar wajahnya tertutup dengan poni dan tidak lupa dia memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Natasha mengigit bibirnya dengan jantung berdegup kencang saat melihat Andre memeluk seorang pria yang baru saja keluar dari pintu bandara, Natasha langsung berbalik ketika Andre menunjuk dirinya dan kemudian ia berjalan menghampiri Natasha bersama pria berbadan tinggi dan tegap yang sepantaran dengan tinggi Andre. Tangan Netly meremas kuat ujung bajunya, Ya Tuhan, mati deh gue! batin Natasha dengan tubuh gemetar. "Nah ini Netly kekasihku!" seru Andre membuat Natasha memejamkan kedua matanya saat mereka berdua berdiri tepat dibelakangnya, Andre mencolek bahu Natasha yang membelakanginya. "Sayang..." panggil Andre, "Netly..." panggilnya kembali ketika Natasha masih berdiri kaku membelakanginya, "Netly sayang?!" seru Andre sedikit kesal sambil menarik bahu Natasha membuat tubuh Natasha berbalik kearahnya. Andre dan pria disampingnya menatap heran Natasha, ketika mereka melihat penampilan Natasha yang sangat aneh. Rambut Natasha terlihat berantakan, dengan memakai kacamata hitam dan masker. "Net, kamu kenapa?" tanya Andre heran saat melihat gaya Natasha, pria disamping Andre memandangi Netly dengan mata menyipit. Ini kekasih Andre? Aneh sekali!! Batin pria itu dengan kening berkerut. Andre yang kesal melihat kelakukan Natasha langsung melepaskan kacamata Natasha dan merapikan anak rambut Natasha. Natasha berontak sekuat tenaga saat Andre ingin melepas masker dari mulut Natasha, dengan tarikan kasar akhirnya masker yang menutupi wajah Natasha terlepas dan wajah Natasha terpampang jelas membuat pria disamping Andre menatapnya terperangah dengan mata melebar seakan bola matanya ingin melompat keluar. "Natasha?!!" pekik Pria itu tidak percaya ketika melihat Natasha dihadapannya. Natasha hanya tertunduk saat pria itu memanggil namanya. Tamatlah riwayatmu Netly! Batin Natasha ngelangsa dengan mata terpejam, tangannya mencengkram kuat-kuat ujung bajunya. Andre menoleh kearah pria yang bernama Aditya, "Kau mengenal Netly?!" tanya Andre heran, Aditya hanya mengangguk. Pandangan Adittya tidak pernah di lepaskan sedikitpun dari Natasha. "Kau mengenal Netly dimana?!" tanya Andre dengan alis terangkat, dia masih bingung dengan sepupunya itu karena bisa mengenal Natasha. Aditya menggeleng pelan, "Tidak penting aku kenal dengannya, tapi yang jelas gadis kekanak-kanakan ini sudah membuat hati---" seru Aditya terputus ketika Natasha berteriak. "Aduh!!" teriak Natasha memeganggi perutnya. Natasha sengaja memotong perkataan Adit, sebelum Pria itu berkata yang tidak-tidak. "Kamu kenapa sayang?" tanya Andre khawatir dengan tangan menyentuh bahu Natasha. "Nggak tau nih tiba-tiba perutku sakit..." ucap Natasha manja sambil memeluk pinggang Andre. Aditya yang melihat pemandangan itu mencibirnya malas, Aditya sangat tau jika Natasha tengah berbohong. "Aku lapar dan aku tunggu kau di restoran disana..." ucap Aditya ketus kepada Andre dan berlalu dari hadapan mereka. Natasha yang melihat kepergian Aditya bernafas lega, kemudian Andre merangkul bahu Natasha dan menariknya mengikuti Aditya. "Ndre kita pulang yuk! Lagian sepupumu kan sudah besar ini buat apa pakai di jemput segala!" kata Natasha saat berada di depan pintu masuk restoran. Andre menggeleng pelan, "Sayang, aku dan Adit sudah lama tidak saling bertemu, terakhir aku bertemu dengannya setahun yang lalu..." tolaknya membuat wajah Natasha cemberut, Natasha menghembuskan nafasnya berat saat Andre menarik tangannya masuk ke dalam restoran. Natasha sudah sangat pasrah dengan hidupnya saat ini. *** Sudah setengah jam mereka bertiga berada di dalam restoran sambil menikmati menu makan sore mereka. Andre terus berbicara di sela makannya dengan Aditya, sedangkan Natasha wajahnya terus tertunduk dan berusaha menelan makanannya yang sangat susah payah ia kunyah. Natasha berusaha menghindari tatapan mematikan Aditya yang di tujukan untuknya. Jantung Natasha semakin berdegup kencang saat Aditya terus memandanginya dengan sorotan tajam seakan ingin menerkamnya hidup-hidup. Ingin rasanya Natasha melompat kabur dari restoran ini, tapi itu tidak mungkin dilakukan bisa-bisa Andre akan marah dengannya. Hari ini adalah hari terburuk untuknya. "Sudah berapa lama kalian berpacaran?!" tanya Aditya dingin membuat Natasha kontan mendongakan kepalanya. "Kami sudah pacaran satu tahun lebih dua bulan..." ucap Andre sambil merangkul bahu Natasha dan mengecup pinggir kening kekasihnya. Natasha langsung salah tingkah saat Andre memperlakukannya seperti itu. Aditya tersenyum kecut melihat pemandangan itu, "Bertemu dimana kalian?" tanyanya kembali sambil menyesap minumannya dengan mata menyipit memandangani Natasha. "Di pesta ulang tahunku yang ke dua puluh tujuh tahun!" seru Andre membuat Aditya tersedak, Andre langsung memberikan segelas air putih, kemudian Aditya meneguknya sampai habis. Whattt the hell?!! Pekik Aditya dihatinya, dia sangat terkejut saat Andre mengatakan bahwa mereka pertama bertemu di pesta ulang tahun Andre. Aditya sangat ingat hari itu, waktu itu Aditya mengajak Natasha ikut bersamanya ke pesta ulang tahun sepupunya itu, tapi Aditya belum sempat mengenalkan Natasha kepada Andre. Aditya meninggalkan Natasha begitu saja di pesta Andre karena ada panggilan mendesak dari atasannya. Aditya benar-benar tidak percaya karena ke cerobohannya meninggalkan Natasha di pesta Andre waktu itu membuat mereka menjadi mengenal satu sama lain. Jadi dulu Natasha menduakanku dengan Andre?! Sialan! Umpat Aditya menggeram keras. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD