Saat ini Andre tengah membuatkan Indomie untuk Natasha, Natasha hanya memperhatikan Andre dengan senyuman tipis. Andre terlihat tampan ketika sedang memasak Indomie untuknya. Ini adalah pertama kalinya bagi Natasha menginap di kediaman Andre. Kepala Natasha masih terasa pusing akibat mabuk kemarin. Dia sangat menyesal mencoba minuman keras.
Natasha tersenyum bahagia saat Andre meletakan semangkok indomie rebus lengkap dengan sayuran dan telur, perut Natasha terasa lapar sekali dia belum makan dari sore kemarin karena sibuk menguntit Andre dan Aditya, dengan penuh semangat dia langsung melahap indomie buatan Andre kekasihnya. Indomie buatan Andre sangat lezat membuatnya ketagihan. Kapan – kapan dia akan meminta Andre untuk membuatkan Indomienya lagi untuknya.
Andre sangat handal dalam memasak, mungkin karena sudah terbiasa hidup mandiri dari remaja membuatnya bisa memasak dan melakukan hal apapun sendiri. Meskipun Andre mempunyai segalanya tidak membuatnya menjadi sosok yang manja.
Andre yang melihat itu mengacak lembut rambut Natasha dan duduk disamping Natasha sambil menyesap kopinya. "Bagaimana enak?" tanya Andre. Dia sangat senang melihat Natasha begitu lahap makan yang dia buatkan.
Natasha mengangguk, "Enak banget Ndre..." jawabnya dengan wajah berseri, "Ndre, suasana kaya gini berduan sama kamu, aku jadi pengen nikah sama kamu." Ucap Natasha dengan wajah memerah, Andre yang mendengar perkataan Natasha langsung tersedak kopinya.
"Selesaikan kuliah kamu dulu, baru kita menikah..." balas Andre dengan suara serak. Dia tidak percaya Natasha akan mengatakan hal itu. Selama ini tidak pernah kekasihnya itu membicarakan masalah pernikahan. Lalu Andre mengambil dua potong roti tawar dan mengolesinya dengan selai cokelat.
"Ndre, kuliah bikin kepala aku pusing! Aku udah nyerah sama tugas kuliah aku Ndre! Please Ndre nikahin aku..." ucap Natasha Merajuk. Entah mengapa dia ingin sekali Andre menikahinya.
Andre berdecak malas, lalu mencubit hidung mancung Natasha. "Netly nikah itu nggak gampang sayang, butuh waktu... aku akan nikahi kamu jika kamu sudah lulus kuliah... lagipula masih banyak pekerjaan yang harus aku urus..." balasnya membuat wajah Natasha cemberut. Jujur saja dia ingin sekali menikah dengan Natasha, tetapi tidak dalam waktu dekat. Lagipula Natasha harus masih menyelesaikan kuliahnya, begitu juga dengan dirinya yang masih sibuk mengurus perusahaannya.
"Kalau kamu nggak mau nikahi aku dalam waktu dekat, aku akan menerima cinta Dino teman kampusku!" ancam Natasha dengan wajah serius, Andre tertawa mendengar ancaman Natasha. Kekasihnya itu selalu mengancam hal seperti itu.
"Kamu yakin mau menerima cinta Dino? Aku sama dia keren-nan aku lho..." seru Andre dengan wajah penuh percaya diri, Netly hanya mencibir ucapan Andre.
Gue harus cari cara biar Andre cepet nikahin gue, biar sih Aditya cowok sampah itu pergi dari kehidupan gue sama Andre! Batin Netly kesal. Menikah dengan Andre adalah salah satu cara untuk menyingkiran Aditya dari kehidupannya dan Natasha akan melakukan apapun agar Andre menikahinya. Dia tidak ingin Aditya menjadi duri dalam hubungannya dengan Andre.
Sebetulnya sekalipun Natasha menikah dengan Andre, Aditya pasti akan selalu hadir diantara mereka. Karena Andre dan Aditya adalah saudara yang tidak akan pernah bisa menjauh satu sama lain.
Senyum Natasha menyeringai ketika satu ide muncul di kepalanya, Natasha menggeser kursinya lalu duduk di pangkuan Andre dengan senyuman menggoda. Andre yang melihat itu mengerutkan keningnya heran, "Ndre, katanya di pagi hari ini bagus loh kalau melakukan rutinitas olahraga..." bisik Natasha sambil membuka kancing kemeja Andre dengan jemarinya.
Andre menahan tangan Natasha ketika jemari kekasihnya itu ingin masuk ke dalam kemejanya, "Netly, ada Aditya di rumah ini..." ucap Andre pelan, sepasang matanya kontan menyipit. Jantungnya berdebar kencang dengan apa yang Natasha lakukan saat ini.
Natasha hanya tersenyum tidak peduli, lalu tangan kanannya merengkuh leher Andre dan mendekatkan wajahnya, napas hangat Andre sangat terasa di wajah Natasha. Saat bibir mereka mendekat tiba-tiba ada suara ketukan meja membuat mereka berdua menoleh. Natasha berdecak malas saat melihat Aditya yang berdiri tidak jauh darinya. Entah sejak kapan lelaki itu muncul diantara mereka. Aditya memang penganggu handal.
Aditya menghembuskan napasnya, "Pagi-pagi sudah melihat pemandangan yang menyakitkan mata!" keluhnya.
Andre tertawa pelan mendengar ucapan Aditya, lalu dia memeluk Natasha yang masih berada di pangkuannya. "Menyakiti matamu apa menyakiti hatimu?!" tanya Andre menggoda, sepasang mata Aditya melebar dengan pertanyaan Andre.
Aditya tidak menjawab, kemudian ia duduk di meja makan sambil mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai cokelat, Andre yang melihat itu hanya tersenyum. Andre sangat tau Aditya sedang cemburu melihat kemesraanya dengan Natasha. Saat mata Aditya melirik kearahnya, Andre mengecup pipi Natasha mesra membuat Natasha tersenyum dan membalas kecupan Andre di pipinya. Natasha ingin menunjukan kepada Aditya, jika dia begitu mencintai Andre.
Aditya yang melihat itu menggelengkan kepalanya, lalu menggeser kursinya dan pergi dari hadapan Andre dan Natasha dengan perasaan kesal. Melihat kemesraan mereka berdua sangat tidak bagus untuk hatinya. Lebih baik dia menghindar segera mungkin.
Setelah kepergian Aditya, Andre dan Natasha tertawa riang.
***
Pov’s Aditya.
Brengsek! Umpatku kesal.
Aku benar-benar kesal melihat kebersamaan mereka berdua, Natasha gadis itu telah membuat perasaanku kacau. Kenapa Tuhan mempertemukanku lagi dengannya, padahal aku sudah melupakannya! Aku sudah bersusah payah untuk melupakan wanita itu.
Sudah hampir satu tahun lebih yang lalu kami putus karena dia menduakanku, aku tahu dia menduakanku karena aku tidak sengaja melihat pesan - pesan mesra di handphonenya. Aku sangat marah dan benci dengannya saat dia menduakanku dibelakangku! Aku merasa seperti pria Bodoh saat dia menduakanku! Bisa – bisanya wanita itu menduakan cintaku.
Dan aku merasa menjadi pria paling bodoh di dunia ini ketika tahu Natasha menduakanku dengan Andre, sepupuku sendiri! Sialan gadis itu! Hatiku telah dihancurkan berkali – kali olehnya. Dan sekarang aku harus melihat kebersamaannya dengan sepupuku sendiri. Tidak bisakah dia menjaga perasanku?! Walaupun hanya seujung kuku?!
Alasan dia menduakanku karena hanya hal sepele. Dia bilang padaku kalau aku adalah pria terkaku dan dingin, dia sudah tidak sanggup menjalin hubungan dengan pria kaku sepertiku. Natasha gadis bodoh itu tidak mengerti kenapa aku bersikap kaku dan dingin kepadanya, itu hanya untuk menutupi rasa gugup ku jika berada di dekatnya. Aku tidak bisa menunjukan sisi ke romantisanku di tempat umum. Apalagi jika sedang berduaan dengannya, aku merasa bingung harus melakukan apa. Tetapi yang pasti aku sangat senang berada dekat Natasha ketika itu.
Natasha gadis itu sering menciumku dimanapun, di bioskop, di Mall, di kampusnya bahkan dia pernah menciumku di depan teman - temanku! Aku yang malu karena ulahnya pergi begitu saja meninggalkannya dan dia berpikir kalau aku adalah pria tertega di dunia karena sering meninggalkannya. Aku pergi meninggalkannya karena tidak ingin temanku semakin menggodanya. Beberapa temanku mengatakan jika Natasha sangat cantik dan manis, jika Natasha bukanlah kekasihku mereka ingin sekali menjadikan Natasha kekasih mereka. Tentu saja aku tidak ingin hal itu terjadi, aku hanya ingin Natasha menjauh dari teman – temanku karena tidak ingin Natasha berpaling dariku.
Selain itu dia berpikir kalau aku pria tidak romantis, hei! Apa gadis bodoh itu tidak pernah merasakan keromantisan dariku?! Aku ini bukan tipe pria yang bisa menunjukan perasaanku kepadanya di hadapan semua orang, aku hanya ingin dia saja yang merasakan ke romantisan dari dalam diriku tanpa harus orang tahu!
Jika gadis bodoh itu berpikir aku pria kaku, dia salah besar! Aku hanya seorang pria yang tidak bisa mengutarakan isi hatiku kepadanya. Aku sangat bingung dan tidak tahu caranya mengungkapkan isi hatiku padanya.
Natasha gadis bodoh itu telah menghancurkan hatiku! Aku sangat membencinya!
***
Dua jam kemudian...,
Andre tengah bersiap – siap, dia akan mengantar Natasha pulang. Dia tidak ingin membuat ibu Natasha cemas. Apalagi ibunya sudah menghubunginya dan memintanya agar cepat pulang. Andre juga akan menjemput Ria terlebih dahalu, karena ibu Natasha tahu jika anaknya menginap dirumah Ria.
Menunggu Andre bersiap, Natasha berjalan berkeliling di sekitar ruang keluarga kediaman Andre. Senyumnya mengembang tipis ketika melihat foto – foto masa kecil Andre dalam bingkai pajangan di sebuah lemari kaca. Andre terlihat menggemaskan di masa kecil. Di foto itu Andre tidak sendiri, dia bersama dua orang anak lelaki lainnya. Yang satu adalah Aditya, tetapi yang satunya lagi Nataha tidak mengenalnya. Mereka tampak terlihat lucu. Natasha tersenyum lebar melihat foto – foto kenangan masa kecil Andre dan juga Aditya.
Tiba – tiba saja pintu kamar Aditya terbuka membuat Natasha kontan menatap kearah Aditya. Melihat Natasha yang berdiri tidak jauh darinya, Aditya langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju dapur melewati Natasha begitu saja.
Natasha hany menghembuskan napasnya berat dan berusaha tidak peduli kepada Aditya.
Aditya membuka kulkas kemudian dia mengambil minuman soda, membukanya dan meneguknya. Sepasang mata elangnya terus mengawasi Natasha yang masih berdiri memandangi foto – foto dalam lemari itu. Lalu Aditya berjalan menghampiri Natasha, baru tiga langkah pintu kamar Andre terbuka membuat Aditya menghentikan langkahnya.
“Dit, aku pergi dulu! Aku harus mengantar Natasha pulang!” ucap Andre ketika melihat Aditya.
Aditya hanya mengangguk malas.
“Kau tidak mau ikut?” tanya Andre seakan ingin mengajak Aditya.
Adiya menggeleng, “tidak, aku dirumah saja, mau istirahat!” tolaknya.
Kemudian Andre membawa Natasha keluar dari dalam rumahnya. Natasha sama sekali tidak berpamitan kepada Aditya. Setelah kepergian mereka, Aditya menghembuskan napasnya berat.
Aditya duduk di sofa sambil memijit keningnya yang terasa pusing. Perasaannya kepada Natasha membuatnya menjadi pusing setengah mati. Ingin rasanya di kembali ke Eropa, tetapi dia sudah berjanji kepada Andre untuk menyelesaikan semua pekerjaannya disini. Apalagi dia sudah menaruh saham kepada Andre. Apa hanya karena Natasha dia harus membatalkan kerjasamanya dengan Andre?
Sedetik kemudian Aditya menggeleng, dia tidak mau karena perasaannya kepada Natasha menjadi penghambatnya untuk meraih kesuksesan bersama Andre. Sepertinya dia harus mulai menjaga jarak dengan Natasha.
***
Sepanjang perjalan Andre dan Natasha saling bercanda riang, sudah sangat lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama. Semenjak kehadiran Aditya, mereka jarang sekali pergi berdua.
Andre dan Natasha saling bernyanyi bersama ketika lagu kesukaan mereka berdua di putar oleh radio di dalam mobil. Tawa mereka tidak pernah sirna. Lalu Natasha memandangi Andre yang sedang sibuk mengendarai mobilnya dengan mulut terus bernyanyi.
Sampai detik ini Andre kekasihnya tidak bertanya kepadanya tentang hubungannya dengan Aditya di masa lalu, Natasha bersyukur akan hal itu. jika Andre bertanya sekalipun, Natasha tidak tahu harus menjawab apa. Andre memang sudah tahu jika Natasha adalah mantan Aditya, tetapi Andre tidak begitu banyak bertanya kepadanya tentang masa lalunya dengan Aditya.
“Bagaimana sebelum menjemput Ria dan mengantarmu pulang, kita makan es krim dulu di tempat biasa?” usul Andre menatap Natasha sesaat.
“Boleh!” seru Natasha dengan senyuman melebar, “Ndre, aku minta maaf ya atas kejadian semalam. Aku membuat keributan dan mabuk...,” ucapnya dengan hembusan napas.
Andre mengacak lembut rambut Natasha, “kau tidak perlu meminta maaf sayang, ini bukanlah kesalahanmu..,”
Natasha mengangguk, “aku merasa dengan kehadiran Aditya hubungan kita menjadi tidak baik – baik saja...,” ungkapnya dengan wajah sedih.
“Netly, percaya padaku, semua ini akan baik – baik saja...,” ucap Andre menenangkan hati Natasha. Dia tidak ingin kekasihnya itu berpikir yang tidak – tidak. Meskipun dia sadar, sejak kemunculan Aditya tidak jarang dia dan Natasha lebih sering bertengkar. Dari awal menjalin kasih mereka sangat jarang bertengkar.
Natasha mengangguk, “semoga saja,” balasnya tersenyum manis.
Kemudian Andre menghentikan mobil di sebuah kedai es krim. Andre ingin menikmati es krim bersama Natasha untuk menenangkan pikiran mereka. Lagipula sudah sangat lama dia tidak berkencan dengan Natasha sejak kehadiran Aditya.
***