Kediaman Andre.
Aditya membuka pintu rumah Andre dengan kasar, Andre langsung membawa Natasha ke dalam kamarnya diikuti oleh Ria dan Intan. Kedua sahabatnya itu sangat khawatir dengan kondisi Natasha. Jika terjadi sesuatu dengan Natasha, habislah mereka. Apalagi ibu Natasha tadi menitipkan Natasha kepada Intan dan juga Ria. Apalagi jika ibu Natasha tahu jika Natasha mabuk parah saat ini.
"Kak Andre aku sangat minta maaf..." ucap Ria penuh penyesalan karena ide konyolnya untuk mengikuti Andre dan Aditya membuat Natasha menjadi mabuk parah seperti ini. Seharusnya dia tidak memberikan ide konyol itu, jika tahu akhirnya akan seperti ini.
Beberapa jam yang lalu Ria mempunyai sebuah ide untuk mengintai Andre dan Aditya di kediaman Andre bersama Natasha dan Intan. Ketika tahu Andre dan Aditya akan keluar, mereka langsung mengikuti kedua lelaki itu dengan taksi yang mereka sewa. Mereka begitu terkejut, apalagi Natasha ketika tahu Andre dan Aditya ke sebuah club. Hingga akhirnya Natasha memutuskan untuk masuk kedalam club mengikuti kedua lelaki itu dan juga menguping pembicaraan mereka.
Andre tersenyum, "Ini bukan salah kalian..." Ucapnya. Ini semua memang bukan salah siapapun. Natasha seperti ini karena dirinya ikut serta dalam permainan Aditya yang terus berkata yang tidak - tidak tentang Natasha.
"Kak, Netly jangan di apa - apain yah selama nginep disini... dia masih perawan kak, kasian..." ucap Intan dengan wajah khawatir, Ria yang mendengar itu langsung mencubit pinggang Intan membuat Intan meringgis kesakitan.
"Ngomong yang nggak - nggak lagi gue gorok leher lo!" ancam Ria kesal dengan kelakuan Intan yang sembarangan jika berbicara. Perkataan Intan sama saja dengan memberi peluang kepada Andre untuk bertindak yang tidak – tidak kepada Natasha. Apalagi saat ini Natasha sedang dalam keadaan mabuk berat.
Andre tertawa pelan mendengar celetukan Intan, "Oh ya, kalian berdua naik apa pulangnya?" tanya Andre. Saat ini dia tidak bisa mengantar Intan dan Ria pulang karena dia harus menjaga Natasha. Ingin menyuruh Aditya mengantar kedua wanita itu pulang, sangat dipastikan Aditya akan menolak.
"Aku sudah memesan taksi, mungkin taksinya sudah berada di luar. Kami berdua pamit pulang dulu yah kak..." pamit Ria tersenyum.
Andre mengangguk pelan, "Oke, hati - hati..." balas Andre.
Langkah Ria dan Intan terhenti ketika bertemu dengan Aditya di depan pintu kamar Andre, "Kami permisi dulu kak Adit..." pamit Ria tersenyum, Aditya hanya mengangguk pelan dan wajahnya tidak begitu ramah kepada mereka.
"Bye kak Adit..." timpal Intan penuh kagum memandangi sosok Aditya.
"Heh kalian berdua!" panggil Adit berteriak ketika Ria dan Intan berada di ruang keluarga, mereka berdua kontan berbalik, "Jangan lupa tutup pintu rumah dan tutup juga pintu gerbangnya!" perintah Adit dengan ketus.
Ria mendengus malas, "Gue kira kita mau dikasih ongkos!" bisik Ria membuat Intan terkekeh pelan, "Pantes ajah Netly nggak betah sama dia..." gumam Ria kembali dan berjalan keluar rumah Andre dengan perasaan gondok.
Bagi Ria, Aditya adalah lelaki dingin dan kaku, tidak seperti Andre yang mempunyai karakter yang lebih hangat kepadanya dan juga Intan. Ketika Natasha mengenalkan Aditya kepada Ria, wajah lelaki itu tidak bersahabat kepadanya. Ria bersyukur Natasha sudah putus dengan Aditya.
***
Kedua tangan Andre membuka sepatu kets berwarna biru yang dipakai oleh Natasha, kemudian Andre membuka kuncir rambut Natasha. Setelah itu Andre menyelimuti tubuh Natasha dengan selimutnya sambil mengecup kening kekasihnya. Dengkuran halus terdengar dari bibir mungil Natasha. Dia masih belum percaya jika Natasha berada di club dan memarahinya dan juga Aditya. Dan sekarang Natasha mabuk berat akibat tidak pernah minum minuman keras. Andre merasa bukan kekasih yang baik karena tidak bisa menjaga Natasha.
Aditya yang melihat pemandangan itu menghembuskan napasnya berat, sepertinya Andre sangat menyayangi Natasha itu bisa terlihat dari sikapnya yang sangat menjaga Natasha. Dulu ketika dia berpacaran dengan Natasha, dia tidak pernah bersikap seperti itu kepada Natasha.
Andre sengaja membawa Natasha kerumahnya, dia tidak ingin membuat ibu Natasha cemas melihat kondisi Natasha yang sedang mabuk seperti ini. Andre juga tidak ingin ibu Natasha berpikir bahwa dirinya membawa pengaruh buruk untuk Natasha, bias - bisa ibu Natasha berubah pikiran dan tidak merestui hubungan mereka. Diperjalanan menuju kerumahnya ibu Natasha menelpon dan Ria yang mengangkatnya, Ria mengatakan kepada ibu Natasha bahwa anaknya akan menginap dirumahnya malam ini. Tentu saja Ibu Natasha mengizinkan jika anaknya menginap di rumah sahabat terbaiknya itu.
"Kau tidur dimana Ndre?" tanya Aditya, dia ingin tahu hal itu.
"Di sofa mungkin..." jawab Andre.
“Kau tidak tidur saja di kamarku? Biar aku yang tidur di sofa?” tanya Aditya lagi seakan menyiratkan agar dia saja yang menjaga Natasha. Dia tidak rela jika Andre menemani Natasha., dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Natasha.
Andre menatap Aditya dengan kedua mata menyipit, sebelum dia membuka mulut tiba – tiba saja Natasha bergumam memanggil namanya.
"Andree, temani aku tidur..." gumam Natasha disela tidurnya, Andre tersenyum lalu membuka sepatunya dan merebahkan dirinya disamping Natasha, kemudian menarik tubuh Natasha lalu mendekap kekasihnya itu. Ini adalah pertama kalinya Andre dan Natasha tidur seranjang. Andre sangat senang sekarang.
"Adit!" panggil Andre ketika Aditya ingin keluar dari kamarnya, "Kau tidak cemburu kan?" tanya Andre tiba-tiba, Aditya menggeleng pelan lalu berbalik menatap Andre.
"Pertanyaanmu sangat gila! Buat apa aku cemburu padamu..." jawab Aditya heran. Dia membetulkan posisi berdirinya, dia bertanya – tanya apakah wajahnya terlihat cemburu sekarang?
"Aku sangat mengenalmu Aditya, kau masih menyimpan perasaan kepada Netly... aku sangat tau itu..." ucap Andre pelan.
Meskipun Aditya mengelak, Andre sangat tahu apa yang dirasakan oleh Aditya saat ini.
"Aku sudah katakan padamu Ndre, dia bukan tipeku!" balas Aditya sedikit kesal.
Andre tertawa pelan, "Aku percaya ucapanmu..."
Aditya langsung keluar dari kamar Andre dengan perasaan tidak menentu, entah apa yang terjadi dengannya yang pasti dia ingin sekali mengantikan posisi Andre untuk menemani Netly. Tidak lama napasnya berhembus kencang dengan hati sesak.
***
Keesokan paginya.
Natasha baru saja terbangun dari tidurnya, jemarinya mengucek kedua matanya. Rasa sakit di kepalanya masih terasa, Natasha berjanji pada dirinya sendiri itu terakhir kalinya dia meminum minuman keras. Ternyata mabuk itu sangat tidak enak.
Senyum Natasha mengembang pelan saat melihat wajah Andre yang sedang terlelap pulas di sampingnya, Andre sangat tampan jika sedang tertidur. Ingin sekali rasanya setiap pagi melihat wajah Andre dan ini pertama kalinya bagi Natasha tidur bersama Andre, dia tidak ingin waktu cepat berlalu.
Tidak lama Natasha mengerutkan keningnya ketika ada sebuah tangan besar memeluk pinggangnya dari belakang, Natasha menoleh pelan dan sedetik kemudian dia terlonjak terkejut saat melihat Aditya tidur tepat dibelakangnya dan tengah memeluknya.
"Aaaaahhhh!!!" teriak Natasha membuat Andre dan Aditya terbangun. Dia merasa heran melihat Aditya berada di satu ranjang bersamanya dengan Andre.
"Ya Tuhan! Pagi-pagi buta kau sudah berteriak!!" keluh Aditya kesal dengan mata mengerjap.
"Net, are you oke?!" tanya Andre heran dengan mulut menguap, Natasha langsung memeluk Andre dan menatap tidak suka Aditya.
"Ndre, kenapa dia tidur disampingku?!" tanya Netly heran, sorot matanya menatap marah Aditya.
Andre menyipitkan kedua matanya saat Natasha bertanya seperti itu, "Kau tidur disini Dit?!" tanya Andre tidak percaya.
Aditya tersenyum samar, "Aku tidak ingin kau berbuat macam-macam padanya, jadi aku awasi kalian berdua sepanjang malam dan akhirnya aku ketiduran... kau ingat kan kata Intan dia masih perawan!" ucap Aditya membuat sepasang mata Natasha melebar, Andre yang mendengar ucapan Aditya menggelengkan kepalanya pelan.
Sebenarnya itu bukan alasan Aditya yang sebenarnya, dia hanya khawatir dengan kondisi Natasha dan membuatnya tidak bisa tidur sepanjang malam, selain itu dia tidak ingin Andre melakukan sesuatu kepada Natasha. Dia baru bisa tertidur saat berada di dekat Natasha. Dia tidak akan membiarkan Andre berbuat yang tidak senonoh kepada Natasha.
"Andre, aku lapar..." ucap Natasha tiba-tiba dengan suara manja sambil mengeratkan pelukanya ke pinggang Andre.
"Kamu mau makan apa?" tanya Andre tersenyum mengecup kening Natasha.
Natasha berpikir, "Aku ingin makan indomie saja, tapi yang pedas!" serunya
"Baiklah aku akan membuatkannya untukmu..." ucap Andre lalu bangkit dari tidurnya sambil menarik tangan Natasha dan membawanya keluar dari kamarnya, Andre sengaja membawa Natasha ikut bersamanya karena dia tidak ingin Aditya menganggu Natasha. Pagi – pagi Aditya sudah mencari masalah saja.
Aditya berdecak kesal melihat kepergian mereka berdua, Aditya bangkit dari tidurnya lalu berjalan menuju kamarnya, dia ingin segera mandi untuk menyegarkan pikirannya yang sudah mulai kacau karena Natasha.
***
Aditya memutuskan untuk berolahraga sebelum mandi, dia tidak bisa melihat kebersamaan Andre dengan Natasha di kediaman Andre. Semalam tidur berdekatan dengan Natasha membuat tidurnya jauh lebih nyenyak, apalagi aroma tubuh Natasha sangat enak. Aroma tubuh Natasha masih sama, beraroma buah jeruk.
Jujur saja Aditya merindukan sosok Natasha. Tetapi apa boleh buat, Natasha sudah bukan lagi miliknya. Dia harus menjaga jarak dan menjaga perasaan Andre. Dia harus bisa melenyapkan Natasha dalam pikirannya segera mungkin.
Kemudian Aditya berlari memutari komplek perumahan dengan kecepatan sedang.
"***