Setelah Dara mengakhiri hubungan secara sepihak, kini kondisi di kantor bagaikan terjadi perang dingin. Tanpa basa-basi Dara sudah menempati ruangan kepala administrasi, sendirian. Padahal sejak dulu, staff HRD meminta Dara untuk mempunyai ruangan sendiri namun selalu Dara tolak, dengan alasan ingin lebih dekat dengan staff admin lain. “Bu Dara!!” teriak Firly seperti kebiasaannya. “Aih, aku lupa jika dia sudah pindah ruangan” keluh Firly, bangkit sambil membawa dokumen di tangannya. “Aku lelah jika bulak-balik seperti ini terus” keluhnya lagi. Hein menghela napas panjang, ia menatap kondisi meja kerja Dara disampingnya yang kini kosong. ‘Apa dia sama sekali tidak merindukanku?’ batin Hein. “Priska!” panggil Hein saat Priska melewati meja kerjany

