“Ada apa Tasya?” tanya Dara, menerima panggilan telpon darinya. Ia menepuk pundak Vivi pelan, memberi isyarat jika dirinya akan keluar sebentar. “Ada apa suaramu tidak terdengar jelas!” “Apa kabar kamu di sana? Tidak merindukanku?” suara Tasya terdengar begitu lemas. “Hahaha ... ternyata kamu begitu merindukanku? Aku baik sekali, bagaimana di sana? Apa semuanya berjalan dengan baik?” “Kacau, Bu Karina semakin beringas apalagi saat Pak Hein menolaknya mentah-mentah” ceplos Tasya. “Apa!! Karina menyukai Hein? Kenapa aku baru tau ini?” pekik Dara kaget. “Astaga?! Apa Hein tidak memberitahumu? Jadi kamu baru mengetahuinya dari aku? Habislah aku sekarang!” “Akhir-akhir ini Hein me

