Dara sama sekali tak dapat berkata-kata saat ini. Betapa kagetnya saat dirinya diberi tahu jika posisi Manager diberikan padanya. Ya, Dara mengalahkan kandidat lain. Para seniornya bahkan Hein, kekasihnya sendiri. Ini benar-benar diluar dugaannya, ia sama sekali tidak pernah berpikir jika akan menjabat sebagai Manager di sebuah perusahaan manapun. “Bu Dara, apa yang terjadi? Apa tidak menyukai berita ini?” tanya Bu Dina heran melihat ekpresi Dara. “Maaf Bu, tapi saya benar-benar kaget. Kenapa saya yang terpilih” jawab Dara. Bu Dina tersenyum, ia memegang lengan Dara yang berada diatas meja. “Karena kamu berkompeten dalam hal ini. Pimpinan dan para jajaran Direksi sudah menyetujuinya. Mulai bulan depan, jabatan Bu Dara adalah sebagai Ma

