Malam ini Dara benar-benar tidak dapat memejamkan matanya, ucapan Hein yang mengajaknya untuk menikah terus berputar-putar di pikirannya. Ia malah sudah sibuk mencari wedding organizer mana yang akan dipakai diacara pernikahannya nanti. Hey, apa ini tidak terlalu cepat untuk dipikirkan? Dara membuka kembali media sosial miliknya, sambil tersenyum malu ia melihat contoh gaun pengantin. “Ini pasti cakep banget kalo aku pake, astaga tapi ini lebih lucu. Ah, gimana ini? Tentuin tanggal aja belum otak aku udah jalan kejauhan!!” racaunya lagi melemparkan ponselnya agak jauh agar dirinya tidak berbuat halu lagi. Dara merebahkan tubuhnya, matanya menatap langit-langit kamarnya. Kini ia baru ingat jika Hein belum dikenalkan secara langsung pada kedua orangtuan

