Selesai mandi, Hein tidak langsung tidur. Ia memutuskan untuk membuat mie instan terlebih dahulu, perutnya meraung-raung minta diisi dan dipastikan jika dibiarkan seperti ini ia tidak akan bisa tidur nyenyak. “Baiklah, cita rasa apa yang akan aku buat malam ini” ucapnya membuka lemari yang berisi tumpukan mie instan dengan berbagai rasa. Mata dan tangannya bekerja sama dan memilih Mie Kuah Rasa Ayam Special untuk menemani malamnya ini. “Tambahkan telur, cabe rawit makan akan menjadi sajian istimewa” gumamnya. Hein menyalakan kompornya dan mulai memasak mie instan yang sudah menjadi keahliannya ini. Setelah mienya masak ia segera memakannya sambil menonton televisi, namun ia ingat kembali cerita Dara barusan yang bermimpi. “Se

