Chapter 11

1097 Words

Mata sekelam malam itu menatap marah pada seseorang yang tengah berdiri di depannya. "Jangan katakan sesuatu yang akan membuatku marah." Ucapnya dengan kedinginan yang mampu membuat sosok di depannya itu menunduk takut. "Dia.. memang kembali tuan." Pria dengan tubuh tegap itu menjawab, tahu kalau tuannya akan marah tapi juga tak punya pilihan untuk tidak mengatakannya lagi. "Kami menemukan markas nya tidak jauh dari kediaman tuan yang sekarang." Jawabnya lagi lebih lancar dari kata pertamanya. Lucas mendesah lelah, dia tidak pernah mampu melindungi gadisnya dari kekejian takdir dan sekarang nyata terbukti dengan gampangnya masa kelam gadisnya kembali. "Aku tidak mungkin menyuruh penjagaan atas dirinya di perketat, karena aku tahu b*****t itu selalu punya cara untuk menemuinya." Tidak l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD