Rayyan memandangi langit-langit kamarnya, plafon pvc dengan ornamen hiasan kayu sebagai tempat lampu yang membuat kesan simple tapi cukup elegan. Aroma pinus dari pengharum ruangan memberikan efek relaksasi, cocok sekali untuk melepas penat usai jaga seperti sekarang. Rayyan memejamkan mata sejenak, kemudian kembali mengawang ke atas. Ia hanya menemukan plafon kamarnya tadi, sebuah sekat yang membatasi pandangannya dengan langit di luar sana. Rayyan gusar, hatinya tidak tenang. Ia meraup wajahnya kasar, berniat mengembalikan fokus pada alam sadar. Lalu Rayyan beranjak menuju balkon di depan kamar. Firasat Rayyan benar, langit malam ini begitu cerah dengan bintang yang tersebar sembarang. Ia mendesah lelah. Pikirannya tidak sedang di tempat. Perempuan yang selama ini tidak pernah ada d

