BAGIAN.9

1345 Words
Sore itu sekitar jam enam Carlos hendak bersiap-siap ingin pulang, ia merapikan meja kerjanya, pada akhirnya semuanya selesai dengan cepat, ia akan mengajak anak istri nya jalan-jalan saat Weeknd nantik, mungkin sekitar Enam hari lagi. Carlos membayangkan ia bersama Zidan pergi berjalan-jalan bersama dengan Zahra dan tertawa bahagia. mengingat nya saja membuat hati nya menghangat. Tiba-tiba pintu kerjanya terbuka, Lisa masuk lalu berjalan kearah nya dengan pakaian yang mengundang, kemeja kantor terbuka separuh hingga memeperlihatkan dadanya yang besar, dan ia memakai rok super pendek, beda dengan yang ia pakai tadi pagi. "Mau apa kamu."kata Carlos dengan ketus. Bukan nya menjawab Lisa malah berjalan semakin dekat lalu duduk dipangkuan Carlos. Carlos berusaha menolak namun Lisa dengan sekuat tenaganya menekan dirinya dibawah sana, Lisa semakin erat memeluk leher Carlos seraya membelai d**a pria tersebut "Lisa apa kau gila." Teriak Carlos dengan muka memerah. "Aku gila?" Dengan cepat Lisa turun dari pangkuan carlos, lalu dengan cepat membuka kancing celana pria itu. Carlos menolak hingga mendorong wanita itu dengan kasar. Tapi lisa tidak mau kalah, karena ikat pinggang carlos sudah terlepas dengan muda lisa melorot celana pria itu. "Kau pasti akan menikmatinya sayang." Lisa dengan cepat membuka baju carlos. Carlos mendorong lisa kembali sampai wanita itu terjungkal. Lisa pun menangis "Aku mencintai mu."kata Lisa terisak "Sangat mencintai mu sayang. Aku akan mengabul semua keinginan mu, termasuk untuk pergi dan tidak mengusik rumah tangga mu lagi, tapi sentuh aku untuk terkhir kalinya, sentuh aku seprti dulu untuk terakhir kalinya. "Hanya untuk terakhir kali." Dan carlos langsung melumat bibir lisa, mereka berciuman sangat panas *** Karena sudah hampir jam 7 malam jadi kantor sangat sepi, hanya satpam yang masih berjaga dibawah. "Malam bu."sapa satpam itu dengan ramah "Malam pak, pak carlos nya ada kan pak." Tanya zahra. "Ada buk, masih diatas kaya nya. Ibu langsung aja keatas lagian ibu Lisa juga masih diatas, mungkin lembur."kata satpam dengan sopan, Hati zahra bergemuruh, dengan jantung berdegup sangat kencang. Ia berjalan menuju lift dan menekan tombol langsung menuju ruangan suaminya itu. "Mas tian disini saja, saya cuman sebentar." Kata zahra. "Ok." Balas bastian, ia memilih untuk menunggu didepan lift,menatap kepergian zahra yang sudah berbelok menuju ruangan Carlos ia berjalan perlahan hingga tiba diruangan Carlos,disana dimeja sekretaris itu tidak ada siapapun, ia bisa mendengar teriakan dan erangan kedua nya karena pintu ruangan Carlos sedikit terbuka. Siapa lagi kalau bukan Lisa dan juga carlos, terlihat dari meja sekretaris itu kosong. ia sudah yakin tentang hubungan kedua nya Dengan pelan ia membuka pintu dengan sangat lebar, zahra melihat suaminya tengah berciuman mesra bersama wanita itu. Bau percintaan dari dua manusia itu sangat menyengat hingga ia ingin muntah rasanya, entah sudah berapa lama mereka melakukan hal gila itu. Lisa yang tanpa busana sedangkan carlos masih mengenakan kemejanya tampa bawahan, posisi lisa sangat lah vulgar. "Ooh sungguh nikmat."kata carlos lalu mencium bibir lisa. Zahra melihat dengan hati yang teramat hancur. suami yang menjadi panutan nya, yang ia pikir kekasih surga nya,kini tengah menikmati tubuh wanita lain. "Yaah selingkuh itu memang nikmat dan sangat menatang bukan " ujar suara yang tak jauh dari mereka. Carlos tersentak kaget begitu pun dengan Lisa. "Maaf apa duduk dipangkuan suami saya begitu nyaman sehingga kau tidak mau berdiri Lisa, ooh maaf aku lupa kalau v**** gatal mu sedang tersumbat " ujar Zahra dengan datar. Dengan cepat lisa berdiri,zahramengalih kan pandangan nya,Ini sangat menyakit kan namun ia harus bertahan sedikit lagi. "Dan kau, sebegitu bahagianya kamu menghancurkan rumah tanggaku Lisa? tidak kah kalian beruda memikiran Zidan?DIA SEKARANG SEDANG SEKARAT! Ya tuhan dia begitu membanggakan ayah nya yang b***t ini."kata Zahra seraya terkekeh pilu "Keluar kita keremuah sakit, itu pun jika kau masih memiliki urat malu untuk tidak telanjang diluar sana." Ucap Zahra dengan masih nada sinis nya. Keduanya terdiam, Lisa yang berada dibelakang Carlos dengan segera memakai pakaian nya kembali dengan cepat, begitu pula dengan carlos. Ia pun keluar terlebih dahulu, disana Bastian menunggu nya didepan lift. "Mana Carlos." Tanya bastian. "Sebentar lagi dia keluar." Jawab Zahra. Tak lama Carlos keluar ia dikaget kan lagi oleh kehadiran Bastian lalu disusul oleh Lisa. Bastian menatap bingung kedua nya. Seolah paham akan stuasi ia memilih untuk tidak bersuara. Saat dilobi mereka sedang menunggu Bastian untuk mengambil mobil, pria itu setengah memaksa agar Zahra menunggu nya lobi. Carlos memikih berdiri diesebekaj Zahra namun wanita itu pun memberi jarak kedua nya. Melihat itu carlos sangat sedih dan sangat bersalah, Lisa pun tidak berani menatap Zahra, ia menunduk seraya menggenggam ujung baju nya begitu erat. "Zahra maaf kan aku, aku memang bejat."kata carlos dengan jujur, zahra tersenyum sinis mendengar penuturan tidak malu dari Carlos. "Yah sudah seharus nya kau sadar diri dengan kebejatan mu."ucap Zahra dengan datar Zahra menatap Lisa begitu datar dan menghampiri wanita itu "Analisa, pernah kah kamu berfikir jika suami mu melakukan hal yang sama seperti tadi? Dimana kamu begitu mempercayai suami mu yang sedang berkerja untuk menghidupi anak dan istrinya.tapi malah kamu melihat suamimu tengah menghujam wanita lain. Kita sama-sama perempuan Lisa, tidak kah kamu membayangkan perasaan istri nya yang tersakiti? yang dimana istrinya begitu setia menunggu kedatangan suaminya untuk pulang. pernah kah kamu berfikir begitu?"kata zahra seraya menatap Lisa begitu intens, Lisa bergetar antara takut dan juga merasa bersalah. selama ini ia begitu egois memikirkan perasaan nya sendiri, memikirkan kebahagiaan sendiri,hingga tega menghancurkan rumah tangga orang lain. "Aku berharap kita bisa memikirkan lagi hubungan kita, dari pada kau selalu melakukan Zina,lebih baik kau menikah saja dengan nya." ucap Zahra menatap suami nya itu dengan serius. Carlos terkejut mendengar penuturan Zahra, tidak ada dalam benak nya untuk berpisah dengan Zahra. "Tidak,aku mencintaimu dan aku tidak akan menikah dengan siapapun,hanya kamu istri ku." protes Carlos "Kau sangat menginginkan nya bukan? jika kau mencintaiku ku,mungkin perselingkuhan ini tidak akan terjadi" Kata zahra seraya menunjuk kearah Lisa "hingga tampa perasaan kamu menghianati pernikahan kita, melakukan hubungan affair dengan secara sadar sadar. kau sudah jarang ada untuk Zidan dan ia selalu menangis melihat perubahan mu, kau tahu? dimana kau untuk pertama kali tidak pulang, ia masuk rumah sakit, dia menderita KANGKER mas." Carlos begitu terkejut mendengar perkataan zahra, saat itu ia tengah bersama Lisa di diluar negri,saat perjalanan dinas, betapa banjingan nya dirinya, carlos merutuki dirinya sendiri. mendengar pernyataan itu, seperti seribu belati menancap ulu hati carlos. "Kau bisa menikahi nya, tak perlu memikirkan perasaan ku, Zidan saja sudah cukup untuk ku."lanjut zahra dengan tersenyum. "Lisa aku tidak sepenuh nya menyalahkan mu, perselingkuhan ini terjadi karena suami ku juga menginginkan nya, beda cerita dia menolak mu dan kau memaksanya."Lisa hendak berucap, Tiba-tiba dering telfon berbunyi. Bunda menlfon nya untuk segera kerumah sakit, Zidan kini tengah kritis. zahra menatap lisa dengan tajam. "Kau cukup tau malu kan Lisa, untuk tidak ikut SUAMI ku kerumah sakit, anak nya sedang SEKARAT sekarang atau mungkin HAMPIR MATI, aku tidak ingin dengan kehadiran mu Kondisi ANAK KU. Terganggu akan kehadiran mu."ucap Zahra penuh penekanan, Carlos tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya menunduk diam. "Maaf kan saya bu." Ujar lisa. "Stop, jangan bersujud seperti wanita tidak memiliki harga diri, jangan memancing orang untuk melihat kelakuan mu yang sebenarnya, l***e jalanan aja dia bisa begitu bangga dengan pekerjaan nya dan bisa meninggi kan dagu nya, ups lupa ama yang gratisan." Lisa semakin termangu, ia tidak menyangka wanita yang selama ini berkata lemah lembut bisa setajam ini. Tak lama mobil Bastian pun sudah didepan lobi. "Aku harap kau juga masih punya malu untuk bekerja disini, kau mengerti maksud ku kan Lisa,masa iya untuk ukuran orang yang bersekolah tinggi seperti kamu tidak mengerti akan perkataan saya." Setelah mengatakan itu Zahra pun meninggal kan lisa yang masih menunduk disana, tak ia hiraukan tangisan wanita itu, ia lebih terluka dari siapapun. Suami nya tengah berselingkuh didepan mata nya,anak nya yang kini sedang melawan maut disana. Ia sekarang benar-benar hancur. Setiba nya dirumah sakit,nyawa Zahra seperti ingin melayang, saat mengatahui anak semata wayang nya telah tiada. Kangker nya sudah menyerang dengan ganas hingga anak nya memilih untuk pergi meninggal kan nya untuk selama nya. Lisa tidak tau lagi harus berbuat apa, ia hanya bisa menangis sejadinya, sedang kan Carlos kini tengah menjedot kan jidat nya dengan kasar seraya merutuki dirinya sendiri. tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD