Dia

1023 Words

Amanda menatap tangannya yang sejak tadi di genggam erat oleh Satya sejak mereka keluar dari pesawat yang membawa mereka tiba dengan selamat. Satya nampak santai dengan kacamata hitamnya meski ia harus sedikit mengantri dan membawa koper kecil miliknya. Meski mereka tadi duduk di kelas bisnis, bukan berarti perjalanan mereka akan senyaman jika menggunakan jet pribadi seperti yang biasa Satya lakukan jika harus bepergian keluar negeri. Satya memilih pesawat komersil hanya karena ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Amanda meski mereka hanya sekedar duduk dan bercanda gurau menunggu hingga pesawat mereka tiba. Dan andai Amanda tidak merindukan kedua anaknya pun, ia pasti akan senang hati menerima ajakan Satya yang meminta agar mereka melanjutkan liburan selama beberapa hari. " K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD