Kebingungan Amanda

1030 Words

Amanda terbangun dari tidurnya ketika tangan mungil Rafa membelai lembut wajahnya. Perlahan Amanda membuka matanya melawan rasa kantuknya. " Kok bangun sayang? Ada yang sakit?" Rafa menggeleng. " Abang nggak sakit kok, Ma. Tapi nggak tahu kenapa tiba- tiba di hidungnya langsung keluar darah." " Apa abang lagi mikirin sesuatu?" Rafa lalu kembali menggeleng sendu. Wajahnya nampak sedih namun berusaha menyembunyikannya. " Kenapa nak?" Rafa kembali menggeleng. Bibirnya nampak bergetar. " Abang... Ada yang mau abang ceritain sama mama?" Rafa kembali menggeleng. " Mama, abang ngantuk." Hati Amanda seketika merasa begitu teriris. Ia tahu anaknya sedang tidak baik- baik saja. Rafa hampir sama seperti dirinya. Meski terlihat kokoh, namun ia rapuh si dalamnya. Meski ia masih sangat kecil,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD