Gone

1177 Words

Satya membuka matanya ketika merasakan cahaya silau matahari memantul pada wajahnya dari balik kaca jendela apartement miliknya. Ia baru tertidur beberapa jam yang lalu karena sejak semalam Satya bahkan tidak bisa memejamkan matanya. Ia terus teringat pelukan dan kecupan Amanda di pipinya semalam seolah itu adalah ucapan selamat tinggal darinya. Amanda bahkan mengusap lembut pipi dan juga rambutnya. Mengamati setiap bentuk dan setiap detail yang ada di wajahnya seolah takut ia akan melupakannya suatu hari nanti. Ia lalu mengusap kasar wajahnya dengan kesal. Menyesali apa yang telah pernah ia ucapkan pada wanita yang sangat ia cintai tersebut. Amanda benar, seharusnya ia membelanya sejak awal. Tidak peduli apapun yang telah terjadi, semestinya ia hanya harus berdiri untuk Amanda terlebih d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD