Vando mencengkram stir kemudi dengan kencang. Ia mengumpat saat lampu lalu lintas berwarna merah. Setelah mendapat kabar anaknya kecelakan, ia langsung pergi bersama istrinya, Gio, dan Erlan. Gio dan Erlan duduk di bangku belakang. Mereka diam. Sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Vando tersentak saat sebuat tangan menggenggam tangannya yang mendingin. Ia pun menoleh menatap istrinya yang sedang tersenyum. "Kita itu mau liat Arin, Alien, bukan mau ikutan terbaring di rumah sakit juga. Jadi, gak usah ngebut kayak tadi," ungkap Ara lembut. "Maaf, Nona," sesal Vando. Sebuah isakan pun akhirnya lolos dari mulutnya. "Aku cuma takut, Nona." "Iya aku tau, Alien." "Aku benar-benar takut." "Iya aku tau." "Takut, Nona. Sangat takut." "Aku tau, Alien. Kita semua pun sama. Tapi kamu harus b

