"Pagi, Mom, Dad," sapa Arin sambil mencium pipi Vando dan Ara. Ia telah pulang dari rumah sakit kemarin siang dan langsung ingin masuk sekolah hari ini. Ia bosan bila hanya di rumah. "Eh ada Kak Vian sama Kak Vion. Pagi." "Pagi kesayangan Kak Vion," balas Vion. "Kak Vion gak dicium?" Arin terkekeh lalu mencium pipi Vion dan Vian. "Kayaknya Kak Vian gak minta dicium deh," ungkap Vian. "Kan biar adil," jelas Arin. "Kok gue enggak?" protes Gio. "Curang!" Arin kembali terkekeh lalu mencium pipi kembarannya itu. Ara menggeleng melihat tingkah anak dan keponakannya. Oh, tidak lupa suaminya juga. "Kak Vian suapin aku yah?" pinta Arin. Kedua kakak sepupunya itu jarang-jarang main ke rumah. Jadi, saat mereka main ke rumah itu adalah kesempatan Arin untuk bermanja selain ke sang Daddy. "Oh,

