Melani menoleh kepadanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Wanita itu sepertinya terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Maksud kamu? Patah hati juga dengan Wina?" Marsha kini menggenggam erat jemari Melani dan mulai mengecup punggung tangannya. Meresapi aroma manis dari kulit lembut yang baru saja diciumnya itu. "Aku mungkin terkejut dengan fakta ini Mel. Kalau Wina adalah tunangan Kevin. Tapi selama aku menjadi hubungan dengan Wina rasa cinta belum bersemayam di hatiku. Jadi yah..." Marsha mengangkat bahunya dan kini menatap Melani yang menunggu ucapannya itu. Hari sudah beranjak malam dan angin makin terasa dingin. Marsha melihat tubuh Melani bergetar karena Sapuan hawa dingin yang kini berhembus di sekitar mereka. "Kamu kedinginan Mel. Kita masuk a

