Menelusurkan tangannya di bahu Melani yang terasa begitu lembut. Lalu menunduk untuk mengecup bibir yang merekah menggoda itu. Aroma manis ini, tubuh lembut yang mendesaknya hangat itu. Memabukkannya dan membuat gairahnya benar-benar menggelegak. Plaakk Tapi kemudian dia tersentak. Tubuhnya terdorong ke belakang. Dan kini menyentuh pipinya yang baru saja terkena tamparan dari tangan cantik milik Melani. Marsha tersenyum. Seperti baru saja di peringatkan dengan keras. Dia mengusap pipinya dan kini mengamati Melani yang menatapnya dengan terengah-engah. Wanita itu bahkan kini menahan handuknya yang hampir saja melorot. "Ini salah." Hanya itu yang di ucapkan Melani. Wanita itu langsung melangkah lagi dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi. Marsha mengangkat kedua tangann

