Bab 15. Honeymoon Ulang

1078 Words
"Kami adalah orang yang dibayar oleh Bu Syifa untuk menjaga tempat ini dan Anda berdua tidak boleh memasuki tempat ini," ucap salah satu bodyguard tersebut. Mendengar jawaban dari salah satu bodyguard itu, tentu saja membuat Dina dan Sherly begitu kesal. Mereka pun ingin bertanya kepada salah satu karyawan di dalam, ke mana Ryan pergi. Namun, tak ada satupun karyawan yang berani untuk mendekati Dina dan Sherly apalagi memberitahu informasi itu. Ternyata Syifa sudah memberitahu pada karyawan yang bekerja di toko furniture itu agar tidak dekat dan berhubungan dengan Dina dan Sherly, jika salah satu di antara mereka terlihat ada hubungan dengan Dina dan Sherly maka Syifa akan segera memecatnya. "Mah, kalau kayak gini gimana dong?" tanya Sherly. "Mama juga nggak tahu, mana uang di ATM udah menipis," ucap Dina. "Di toko nggak bisa ketemu, di rumah juga dilarang, nomor ponsel nya gak bisa di hubungi. Terus aku harus gimana minta uang ke mas Ryan?" tanya Sherly. "Kan cuma kamu yang gak boleh temuin Ryan di rumahnya, kalau Mama masih boleh. Sekarang kita pulang nanti Mama samperin ke rumah Ryan," ucap Dina. Sherly menganggukan kepala, ia menuruti perkataan sang mertua dan pulang ke rumah mertuanya. Sesampainya di rumah sederhana itu Sherly langsung duduk di ruang tamu dan menyalakan kipas angin. "Padahal Mas Ryan janji mau pasang AC di kamar, kalau kaya gini ceritanya dia gak akan tepati janji dan aku harus tidur kegerahan tiap malam," ucap Sherly. Dina hanya bisa menghela nafas mendengar keluhan menantunya itu, cuaca beberapa hari ini memang sangat panas. Dina pun tidur dengan ac yang menyala sepanjang malam dan kini wanita paruh baya itu tengah meminum air dingin dari lemari pendingin. "Mah, kamar Mama ada AC nya kan?" tanya Sherly. "Iya, emangnya kenapa?" Dina balik bertanya. "Boleh gak kalau aku tidur sama Mama di kamar Mama?" tanya "Aduh bukannya nggak boleh, tapi Mama nggak biasa tidur sama orang. Udah lama sendiri semenjak ayahnya Ryan meninggal," ucap Dina. "Jadi aku nggak bisa tidur di kamar mama?" tanya Sherly dengan wajah memelas. "Kamu sabar aja, nanti malam Mama akan datang ke rumah Ryan. Mama minta uang sama dia sekalian buat pasang AC di kamar kamu," ucap Dina. "Ya udah deh kalau gitu, makasih ya Mama emang mertua paling pengertian," ucap Sherly dengan senyum terpaksa. Dina sedikit kesal dengan manjanya Sherly, hanya karena tidak ada AC di kamarnya ia terus mengeluh. Jika bukan karena kehamilannya, mungkin Dina sudah memperlakukan Sherly sama seperti ia memperlakukan Syifa. Di sisi lain, Syifa dan Ryan sekarang sedang berada di sebuah tempat yang cukup jauh dari desanya. Tempat itu adalah tempat mereka bulan madu dulu, Syifa sengaja pergi ke tempat itu agar bisa menjauhkan Ryan dengan ibu dan istri mudanya. "Mas, waktu kita honeymoon berapa hari ya di sini?" tanya Syifa. "Seminggu kalau nggak salah ya," ucap Ryan. "Iya, kalau sekarang kira-kira kamu mau berapa hari di sini?" tanya Syifa. "Terserah maunya kamu aja," ucap Ryan. "Aku sih maunya seminggu, tapi kayaknya nggak bisa. Nanti aku nggak sempat nemuin Athar lagi kan sebentar lagi dia bakalan pulang ke kota untuk kembali kerja," ucap Syifa. "Kenapa sih kamu harus membahas lelaki itu saat seperti ini?" tanya Ryan. Syifa tersenyum tipis hampir tidak terlihat oleh Ryan, ia tahu jika sang suami sangat cemburu kepada Athar sehingga ia sengaja menyebut-nyebut nama lelaki tersebut di depan sang suami. "Kamu cemburu aku nyebut-nyebut nama Athar?" tanya Syifa. "Ya jelaslah mana ada suami yang gak cemburu kalau istrinya menyebut nama laki-laki lain," ucap Ryan. "Kan kamu tahu Athar itu sahabat aku sejak kecil, dia juga selama ini kan sibuk di kota nggak pernah ketemu aku lagi. Jadi wajar kalau sekarang Aku ingin ketemu sama dia sebelum dia pulang ke kota lagi," ucap Syifa. "Tetap aja aku nggak suka, sekarang kita lagi me Time. Aku nggak mau dengar kamu nyebut-nyebut nama laki-laki lain di depanku," ucap Ryan. "Oke aku nggak akan sebut-sebut nama laki-laki lain, asalkan kamu juga nggak nyebut nama wanita lain termasuk Sherly. Adil kan nggak ada yang egois diantara kita," ucap Syifa. Ryan menghela nafas dan menganggukkan kepala, ia sadar Syifa sedang menyinggungnya dengan cara seperti itu. Kemungkinan selama proses perceraian mereka, Syifa akan terus melibatkan Athar, wanita tersebut menggunakan Athar untuk membuat Rian cemburu dan sakit hati dengan kedekatan mereka. "Dasar lelaki egois, ia melarang aku menyebut-nyebut nama lelaki meskipun itu sahabatku sendiri. Akan tetapi, ia sendiri sudah berselingkuh di belakangku selama setahun tanpa memikirkan perasaanku," gumam Syifa dalam hati. Mereka kini di dalam sebuah villa yang cukup mewah, dulu kedua orang tua Syifa memberikan tiket bulan madu untuk mereka berdua sampai menyediakan villa tersebut. Kini Syifa menyewa villa itu menggunakan uang yang sebelumnya ia transfer dari rekening milik Ryan, tampaknya Ryan belum menyadari jika saldo di atm-nya sudah berkurang setengah karena lelaki itu belum mengecek saldo mobile banking miliknya. Kini Syifa berjalan menuju kamar dan mengganti pakaiannya dengan bikini seksi yang sudah ia siapkan, setelah ia memakai bikini dan memakai parfum memikat ia pun kembali keluar dengan menggunakan handuk kimono. "Mas kita 3 hari aja di sini ya," ucap Syifa menghampiri Rian dengan handuk kimononya. "Iya," jawab Ryan singkat. Syifa membuka handuk kimononya di depan Ryan, hal itu membuat Ryan menatap Syifa dari atas sampai bawah seraya menelan Saliva. Rasanya sudah lama lelaki itu tidak melihat kemolekan tubuh istrinya sendiri, tubuh Syifa selalu dibalut pakaian rapi dan menutup aurat. "Mau renang nggak Mas? Ingat nggak dulu kita renang bersama di sana?" tanya Syifa seraya menunjuk kolam renang yang ada di villa tersebut. "Ya maulah, mana bisa aku menolak hal-hal seperti ini," ucap Ryan. Syifa tersenyum dan berjalan menuju kolam renang, dulu saat bulan madu ia masih polos dan malu-malu. Wanita itu hanya mengikuti apa yang diminta oleh sang suami, tetapi kali ini ia akan berusaha menjadi wanita liar di hadapan Ryan. Syifa semakin yakin jika cara Sherly cukup liar untuk menggoda Ryan. Sehingga lelaki itu seringkali menghabiskan waktu liburan bersama Sherly tanpa diketahui Syifa. "Syifa, kamu tidak pernah berubah. Cantik dan seksi," ucap Ryan memuji sang istri. "Aku memang tidak pernah berubah, justru aku menutupi agar tubuhku tidak bisa dilihat oleh orang lain dan hanya kamu yang melihatnya, karena hanya kamu yang spesial. Kalau aku pakai baju seksi yang ada semua laki-laki bisa melihat, artinya kamu tidak spesial," ucap Syifa. Syifa mencoba membandingkan dirinya yang kerap memakai baju menutup aurat dengan Sherly yang selalu memakai baju seksi, hal itu nampaknya sampai di otak Ryan sehingga lelaki itu terdiam setelah mendengar ucapan Syifa. "Mas kok bengong, mikirin apa? Gak mau kesini?" tanya Syifa dengan nada genitnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD