Sebuah ledakan terjadi di barisan pasukan Rahd yang mengepung Rizky. Ledakan yang tiba-tiba muncul entah darimana, membuat Rahd tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. “ Ignesco.” “ Ignesco.” “ Ignesco.” “ Ignesco.” Empat ledakan beruntun berikutnya, dan semua pasukan milik Rahd telah kacau balau oleh api hitam. Rahd terlihat bingung, mempertanyakan kapan pria bernama Rizky itu menanam serangan-serangan tidak terduga itu. Rizky hanya sibuk menghindar hingga dia tersudut. Tiba-tiba, Rahd menyadari sesuatu. Rizky yang menatap api yang mengamuk dan pasukan Rahd yang berteriak kesakitan hanya tersenyum sinis. Dia membuang cukup banyak waktu merangkai rentetan serangan itu, dan ini hanyalah permulaannya. Semenjak tadi, dia hanya sibuk menyusun persiapan untuk menghabisi semua ana

