Alby merasa sangat kesal. Dia sampai memutuskan untuk tidur di ruang tengah. Shafa takut untuk membangunkan Alby. Tapi, Mbok Dewi memberikan saran agar Shafa berani. Dia membuat teh tawar hangat yang setiap pagi Alby minum. "Mbok Dewi aja, deh, yang bangunin. Saya takut." "Kalau kayak gitu gimana Mbak Shafa sama Mas Alby bisa baikan? Mending Mbak Shafa bangunin dan langsung minta maaf. Mungkin pikirannya Mas Alby udah enakan sekarang." Saran Mbok Dewi dapat Shafa terima, namun sulit dilakukan. Setelah beberapa menit melihat Alby dari dapur, Shafa memberanikan diri membawa teh yang dia buat dan duduk disamping sang suami. "Mas Alby, bangun. Kamu harus ke sekolah, 'kan?" Alby bukan tipe orang yang sulit dibangunkan. Dia mudah bangun saat mendengar bunyi yang mengganggunya. Matanya seten

