The Boss 12

1116 Words
Varo langsung berjalan ke arah Rere saat melihat Rere yang baru saja keluar dari dalam kantor dengan senyum lebarnya namun setelah berada di dekatnya Varo sedikit menaikkan alisnya ketika melihat penampilan Rere yang terlihat sedikit kacau  “Sugar Ada apa denganmu?" Tanya Varo sambil mengelus pipi Rere yang terasa sangat dingin ketika bersentuhan dengan tangannya  " tidak apa aku hanya sedikit lelah "jawab Rere dengan nada malasnya  “wajahmu terlihat pucat Apa kau baik-baik saja?" Tanya Varo kembali dengan perhatian yang selalu dia curahkan kepada Rere yang kini Terdengar sangat memuakkan di telinga Rere namun detik berikutnya Rere mengubah ekspresi malasnya saat sudut matanya menangkap Lilian yang berdiri tepat di sampingnya saat itu juga Rere langsung mendekat ke arah Varo dan langsung memeluknya dengan erat menyandarkan kepalanya tepat di d**a bidang Varo dengan wajah menghadap ke arah Lilian yang kini tengah menatap mereka dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi membuat Rere berdecak di dalam hatinya ternyata Lilian sangat pandai untuk menyembunyikan emosinya  "aku rasa aku memang sedang tidak baik-baik saja babe" ucap Rere dengan nada manjanya “semalaman Aku terjebak di dalam lift" lanjut Rere kembali dengan manja dan juga ditambah raut sedihnya membuat Varo langsung menarik  wajahnya untuk menatap ke arahnya " kau terkurung di dalam lift Bagaimana bisa? "Tanya Faro dengan raut cemas nya seolah benar-benar mengkhawatirkan kondisi Rere saat ini " aku melupakan bahwa semalam ada pemadaman listrik di gedung ini dan semalam aku menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan beberapa tugas yang tertunda "ucap Rere kembali membuat Varo menatapnya dengan merasa khawatir " sugar Kau pasti sangat ketakutan semalam? " tanya Varo membuat Rere malah menggelengkan kepalanya “kau tidak takut?” tanya Varo kembali "aku terkurung dalam lift waktu itu tidak sendiri ada orang yang menemaniku" jawab Rere  yang membuat Baro langsung menatapnya dengan alis terangkat “ siapa dia, “tanya Varo kembali menatap Rere dengan tatapan tidak sukanya  “dia karyawan baru di perusahaan ini ternyata semalam dia juga mengambil lembur Untung saja ada dia semalam sehingga aku tidak begitu merasa ketakutan " jelas rere membuat Varo pun bisa bernafas lega  "syukurlah Aku tidak tahu jika kau terkurung sendirian" "Yah aku juga tidak bisa membayangkannya jawab Rere pun kemudian melepaskan pelukan mereka dan menatap kearah Rere " siapa karyawan itu aku akan berterima kasih  langsung” ucap Varo  membuat Rere sedikit terdiam ,Rere lalu membayangkan sosok lelaki yang semalaman menemaninya “aku tidak tahu namanya yang jelas dia adalah seorang lelaki dengan manik mata berwarna Hazel yang sangat indah "jawab Rere membuat raut wajah Varo langsung berubah menjadi raut tidak suka dan Rere tersenyum puas dalam batinnya ketika menyadari hal itu kemudian melihat Lilian yang masih berdiri di dekatnya ini saatnya menunjukkan bagaimana ketika Varo cemburu kepada lelaki lain yang mendekati dirinya " Jadi kau semalaman ditemani oleh seorang pria? "Tanya Varo membuat Rere menganggukkan kepalanya " ya untung saja ada dia aku takkan tahu gimana Nasibku jika lelaki itu tidak ada "Jawab Rere dengan wajah sedihnya menatap ke arah Varo”  "kenapa kau tidak meneleponku aku bisa menolongmu saat itu juga"ucap Varoterlihat seperti tidak suka jika ada lelaki lain yang berada di dekat Rere ketika dia dalam kesulitan dan itu membuat Rere bersorak dalam hati ketika Lilian hanya bisa menundukkan kepalanya saat melihat ekspresi Varo saat menyadari ada lelaki lain yang bersama Rere saat dia dalam kesulitan  “ponselku mati, aku tidak bisa menghubungi siapapun "jawa Rere membuat Varo hanya bisa menghembus kan nafas kasarnya setelah itu kembali memeluk dengan erat dan mencium Puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang " Baiklah kita lupakan kejadian buruk ini aku senang kau baik-baik saja " Ucap Varo membuat rere hanya bisa menganggukan kepalanya dalam dekapan Varo setelah itu menatap kearah Lilian  yang masih terdiam dengan kepala tertunduk  "Lilian apakah kau sudah menyiapkan sopir?" Tanya Rere Membuat Lilian sedikit tersentak "baik saya akan segera menyiapkan ya" ucap Lilian yang hendak berbalik namun kembali terhenti saat Varo mengeluarkan suaranya “tidak usah Lilian aku akan mengantarkan Rere "ucap Varo membuat lilian Kembali berbalik menatap kearah mereka Rere kemudian menatap ke arah Varo “ tidak perlu aku bisa pulang bersama sopir Bukankah Hari ini jadwal MU padat? "Tolak rere Membuat Varo membalasnya dengan senyuman hangat “jadwalku tidak penting yang penting sekarang itu adalah mengantarkanmu pulang "ucapnya membuat Rere menggelengkan kepalanya " Aku serius babe, Tidak usah mengantarku pulang aku bisa pulang bersama sopir Aku tidak ingin mengganggu jadwal padat  mu hari ini karena itu sama saja akan mengurangi waktu kita di akhir pekan nanti " ucap Rere yang membuat Varo hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya  " kalau begitu apa boleh buat, kau memang calon istri yang pengertian "ucap Varo membuat Rere hanya bisa tersenyum manis sedangkan dalam hatinya Rere berdecih dan memaki sikap Varo bahkan dia tidak memaksa diri untuk mengantarnya pulang karena dia tahu pasti setelah dirinya pergi Varo akan langsung berbicara dengan Lilian dan Rere akan membuktikan hal tersebut " Baiklah Lilian kau bisa menyuruh sopir untuk menyiapkan mobilnya Dan mengantarku pulang "ucap Rere membuat lilin hanya bisa menganggukan kepalanya setelah itu kembali melanjutkan langkahnya untuk mengikuti perintah Rere, Varo dan Rere kemudian  berjalan keluar lobi untuk menunggu sopir yang akan diperintahkan oleh Lilian hanya menunggu beberapa menit mobil siap mengantarkan Rere , " aku akan menghubungimu setelah sampai di rumah "ucap Rere sambil berbalik ke arah Varo kemudian menarik Rere ke dalam pelukannya kembali sambil mencium Puncak kepalanya " Padahal aku bisa mengantarkan mu pulang "ucap Varo  dengan tersenyum manis “ aku tahu Kau pasti cemas Tapi saat ini aku baik-baik saja Lebih baik kau cepat urus pekerjaan mu itu dan setelah itu temani aku di rumah " ucap Rere membuat Varo akhirnya membalas senyumannya "Baiklah aku akan segera membereskan semua pekerjaanku setelah itu mengunjungimu " Jawab Varo setelah itu melepaskan pelukan mereka Rere Melambaikan tangannya kepada Varo setelah itu masuk ke dalam mobil Rere tersenyum sambil mobil terus melaju, Rere bisa melihat Varo masih berdiri di tempatnya sampai mobilnya melaju namun baru saja beberapa meter mobil tersebut meninggalkan kantor Rere menyuruh supir untuk memberhentikan mobilnya  " Pak putar arah "ucap Rere kepada Pak Deni membuat sopir menatapnya dari spion depan " loh Bukannya ibu mau pulang? "Tanya pak deni membuat rere  menggelengkan kepalanya " sekarang putar balik terlebih dahulu Setelah itu saya akan pulang "ucap Rere membuat pak deni hanya bisa menganggukan kepalanya setelah itu menuruti Semua ucapan Rere untuk memutar arah mobil "berhenti di sini" ucap Rere saat berada di jalanan yang berlawanan arah dengan kantornya dari sanalah Rere memicingkan matanya ketika melihat lilian berjalan mendekat kearah Varo dan mereka masih berdiri di depan kantor Rere  berdecih melihat hal tersebut "setelah ini kita ikutin mobil Varo" ucap Rere karena Rere yakin bahwa Lilian dan Varo pasti akan berbicara setelah ini. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD