Chapter 22

1148 Words

Shiva terdiam menatap dalam mata wanita ini. "Kau ibunya?" Wanita itu mengangguk, "Dia putraku yang ga tau diuntung!" "Jaga ucapanmu nyonya" "Hoho! Liatlah gadismu Julian, dia berani melawanku" "Jangan sakiti dia! Kau bukan ibuku!" "YAK! b******k! AKU IBUMU!" teriak wanita itu menarik Shiva dan mengarahkan pisau kecil kearah lehernya. "Jangan. Jangan!" Shiva menutup matanya sejenak, ini mengerikan sungguh. Apa lagi ini adalah ibu Julian. Wanita itu berjalan menjauh menyadari kehadiran ketiga orang di belakangnya. "Kalian ga akan mudah menangkapku." Air mata Shiva menetes dengan perlahan, "Ga Shiva. Jangan nangis" gumam Aldi. Ketakutan di dalam diri Shiva kembali hadir, kepalanya menggeleng pelan menatap Aldi takut. "Tenang Shiva. Dia tak akan menyakitimu" gumamnya tanpa suara.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD