Chapter 26

754 Words

Shiva masih menutup matanya dengan nyaman memeluk guling. Kedua mata itu terus menatap wajah damai Shiva, lihatlah gadis ini yang semalam hampir jatuh dari balkon kamarnya. Omah duduk di depan Shiva, tangannya selalu mengusap kepala Shiva pelan. Ceklek Omah menengok dan mengisayaratkan Senal untuk diam, Shiva sungguh nyenyak. "Dia belum bangun?" Omah menggeleng, "omah mau liat wajahnya" "Kenapa?" "Kenapa? Memang harus ada alasan?" Senal menggeleng, "aku pun sering melakukan ini jika ada masalah di perusahaan. Wajah Shiva menenangkan kalo tidur" Omah mengangguk setuju, "Shiva dan Putri," omah menggeleng kepalanya lucu. "Kedua gadis ini mewarnai keluarga kita. Jika tidak ada mereka mungkin keluarga ini akan datar, tidak ada yang membuat keributan" Senal mengangguk setuju, kedua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD