16

2733 Words

  “Nay, udah lo mending nggak usah ikut olahraga. Muka lo pucet, tahu!” Sudah hampir lima kali Sera mengucapkan kalimat itu pada Kanayna. Bukan apa-apa, masalahnya fisik Kanayna ini lemah banget. Selain itu, dia juga mudah pingsan. Apalagi kalau sedang dalam keadaan tidak fit seperti sekarang. Sera takut, olahraga ini bukannya menyehatkan tapi malah membahayakan diri Kanayna sendiri. Namun gadis itu tetap memaksakan diri untuk mengikuti olahraga. Lantaran Pak Janu bilang, hari ini akan dilakukan pengambilan nilai praktek tahan napas di dalam air selama 30 detik. Dan paling tidak mau jika harus susulan sendirian. Akhirnya, baik Hellen maupun Sera menyerah. “Perempuan dulu, ya. Setelah itu baru laki-laki.” Bapak kumis tebal itu selalu mendahulukan perempuan dibanding laki-laki. Lantaran j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD