17

1352 Words

  Pagi-pagi, tepat lima menit sebelum bel masuk berdering, Damar, Yoga, dan Gilang sedang memesan sarapan nasi uduk dengan Mbak Wati. Tetapi, tidak lama kemudian, Nata berjalan menghampiri mereka. Raut wajahnya kelihatan tidak seperti biasanya. Terdapat aura yang begitu mengerikan di setiap langkahnya. Matanya merah. Tangannya mengepal kuat di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Rahangnya mengeras. “Wih, gila! Baru dateng lo, Nat?” Yoga menyambut kedatangan Nata dengan pertanyaan yang tidak penting. Nata tidak menjawab. Giginya bergemeletuk menahan emosi. Yang bikin kaget, tiba-tiba tangannya menarik kencang kerah baju Damar hingga badannya ikut terangkat. Sontak hal itu membuat Damar terkejut bukan main. “Lo kenapa, Nat?” tanya Damar bingung. Bugh! Tanpa basa-basi Nata mendaratkan kepala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD