18

2118 Words

BAB 18 “Makasih ya, Nat,” ucap Kanayna seraya membuka helm yang kemudian ia berikan pada pemiliknya. “Oke,” sahut Nata yang masih duduk di atas motornya. Baru saja Kanayna ingin beranjak pergi duluan, Nata menahan tangannya. Kanayna bertanya ‘apa?’ melalui ekspresinya. “Bareng aja. Kita kan sekelas, b**o. Kayak orang musuhan jalan sendiri-sendiri,” jawab Nata. Namun tiba-tiba gadis itu memperlambat langkahnya saat tidak sengaja ia melihat Damar yang ternyata sedang memerhatikannya dari jauh. Hingga Nata pun otomatis ikut berhenti seraya bertanya heran, “Kenapa?” Gadis itu tersentak ketika Nata menggerak-gerakkan tangannya yang masih menyatu dengan tangan mungil Kanayna. “Hm? Nggak kenapa-napa.” “Oh.” Setelah itu mereka berjalan lagi. Dengan sengaja, Kanayna berangkat ke sekolah tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD