BAB 19 Akibat kejadian tiga hari yang lalu, kini tercipta perang dingin antara Damar dan Nata. Tidak ada lagi tegur sapa di antara keduanya. Yang ada hanya saling melempar tatapan sinis satu sama lain. Apalagi ketika melihat kedekatan Nata dan Kanayna. Damar sama sekali tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya. Semua nampak jelas dari raut wajahnya. Sebab dia tidak akan merelakan gadis yang dicintainya dekat dengan siapapun. Termasuk Nata. Tidak peduli meskipun sebelumnya mereka bersahabat. Dan yang kena getahnya Gilang dan Yoga. Karena mereka berempat sudah terpecah menjadi dua kubu, suka tidak suka Yoga istirahat di kantin dengan Damar. Sementara Gilang makan di warung kopi depan sekolahan bersama dengan Nata. Sepulang sekolah, rencananya Yoga dan Gilang ingin membuat dua sohibnya itu

