"Hani, sudah belum?" Irva mengetuk pintu kamarnya untuk bertanya apa Faz sudah selesai ganti baju sebelum dirinya masuk. Setelah mendapat jawaban dari dalam yang mengatakan bahwa gadis itu sudah selesai, ia pun membuka pintu kamarnya dan masuk. Irva bersiul dengan wajah cerah melihat Faz tidak hanya selesai berganti pakaian, tapi juga kondisi kamarnya yang sudah lebih rapi dibanding sebelumnya. "Bener-bener istri idaman ini," komentarnya sambil tertawa. Faz sendiri hanya tersenyum mendengar komentar Irva yang memang suka asal nyeletuk. Ia sudah terbiasa dengan itu, jadi tidak pernah lagi menganggapnya terlalu serius. Ia mengumpulkan baju dan jilbabnya untuk dicuci malam ini juga karena besok pagi harus digunakan lagi untuk pergi mengaji. "Ayuk, nanti nggak keburu." Irva mendelik melih

