Gertakan Ferdi Welly

1065 Words

Bilik toilet itu berguncang keras. Pintu digedor dari luar, kasar dan berulang. Rivo yang tengah duduk di dalam hanya sempat menarik napas satu kali sebelum instingnya menyala. “RIVO! KELUAR! SEKARANG!” suara berat, dingin, penuh tekanan. Gareng. Deg. Seketika jantung Rivo menghantam dadanya. Ia menoleh ke bawah, hanya mengenakan celana dalam. Namun suara gesekan logam di balik pintu menyadarkannya: ini bukan gertakan. Mereka bawa pistol. Silencer. Refleks, Rivo melompat dari duduknya, menarik celana dengan cepat dan membanting tubuhnya ke bawah dinding bilik, tepat ke ruang sempit antara kloset dan tembok. Di satu sisi, tangannya meraih botol semprot pembersih dari dinding bilik—senjata seadanya, tapi cukup untuk menyilaukan mata. Pintu bilik jebol. DOR. Suara pelan. Seperti senda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD