Suci sudah berdiri berhadapan dengan Anggoro. Tak ada senyum manis untuk menyambut kepulangan suaminya kali ini. Kekecewaan yang ia endapkan selama ini, seolah tak lagi sanggup ditampung hatinya yang semakin rapuh. Tak masalah jika Suci tak diacuhkan pria yang sudah berstatus sebagai suaminya itu. Tapi kali ini, Anggoro sudah membabat habis kesabarannya. Bagaimana bisa, di acara yang teramat penting untuk kedua buah hati mereka, pria itu tak menampakkan batang hidungnya sama sekali? "Masih ingat jalan pulang rupanya?" Anggoro terkejut, mendengar ucapan sinis yang dilontarkan dari wanita yang selama ini selalu bersikap lembut padanya. Tak peduli, seberapa kaku interaksi mereka meski sudah berstatus suami-istri. Berusaha menormalkan kembali raut wajahnya. Anggoro mengetatkan rahang, me

