Anin berusaha keras membebaskan diri dari Boby yang terus memaksa membuka bajunya. Dalam hati, Anin merasa miris. Ada begitu banyak orang di kantin. Tapi tak ada satu pun yang sudi membantunya. Mereka lebih tertarik menjadikannya sebagai tontonan. Bahkan, tak sedikit yang mengarahkan ponsel untuk merekam keributan yang sedang terjadi saat ini. Buk! "b******k! Siapa yang berani sama gue?" Boby menggeram saat kepalanya tertimpuk sesuatu. "Gue?!" Berjalan santai, dengan kedua tangan yang tersembunyi di dalam saku celana abu-abunya, Elard menatap datar sosok Boby yang sudah menatapnya dengan nyalang. "Akh!" Anin meringis saat tubuhnya tiba-tiba saja di dorong hingga jatuh terjengkang, dengan kedua siku yang tergores hingga terluka karena menjadi penopang tubuhnya. Elard mengetatkan rahang

